Tuesday, 6 September 2016

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Chapter Prolog 1 Bahasa Indonesia


Translator: Alice
Editor      : Ise-kun

Prolog : Ini Adalah Awal Dari Langit Musim Semi

Bangun tidur, membuat sarapan dan juga mempersiapkan bentou (bekal makan siang).

Menyelesaikan latihan pagi klub ku, selesai menghadiri kelas dan pergi menuju ke klub lagi.

Setelah bermain dengan teman-temanku di klub, aku pulang. Aku mandi dan ganti baju.

Duduk bersama dengan keluargaku kemudian istirahat.

Di tengah malam musim gugur aku membaca buku, bermain game dan browsing di internet.

Tidur.

Itu semua yang aku lakukan

Mungkin ada sesuatu ditengah-tengahnya tapi hal itu tidak ku hitung.

"Itu lah kenapa ini aneh kalau aku lagi tidak tidur dirumahku!"

Ya. tanpa diragukan lagi.

Meskipun begitu, disinilah aku

Di ruangan yang berbentuk persegi yang diatasnya terlihat seperti ada bintang-bintang yang dicetak diatasnya. Aku berkeliling memeriksa lantai dan dinding ruangan.

Aku gelisah karena tidak ada ada pintu atau jalan untuk keluar,

Dan sejak dari tadi, aku tidak merasakan keberadaan siapapun sampai saat ini.

Sekarang aku menyandarkan punggungku di pojokan ruangan dan berfikir.

"Kau sungguh tenang, huh?"

"?!"

Ada suara, tapi suara tersebut memliki volume yang tinggi tapi tidak ada siapapun di ruangan ini. Disekitar ruangan aku melihat kalau tak ada yang berubah diruangan ini.

"Aku sengaja menggunakan suara tinggi dan kau langsung pergi untuk mencari disekitar ruangan dan mulai mencoba mengerti keadaan sekarang dan sambil mengawasi kau mencoba untuk menyusun rencana, huh."

"Siapa kau?"

Suara itu pun kemudian melanjutkan. Aku hanya mengerti itu adalah suara, sepertinya akan lebih baik untuk menanyakannya secara langsung.

"Kami, jika itu yang kukatakan, apakah kau percaya padaku?"
(Note: Kami = Dewa/Tuhan)

"Mustahil."

Suara ini, apa otaknya tidak apa-apa?

"Sangat disayangkan. Kalau begitu, sekarang kau akan pergi ke dunia lain yang BENAR-BENAR menarik. Omong-omong, itu adalah perjalanan satu arah jadi kau tidak akan bisa kembali ke dunia asal mu. "

“OiOioioioioioioioioioi!!!”

Hal bodoh apa yang dia katakan itu?

"Mengenai apa yang harus kau lakukan, kau bisa bertanya pada orang yang memimpin tempat itu saat kau pergi. Dan dengan itu, maafkan aku, tapi aku akan memerlukan persetujuanmu mengenai ini"

"Tak mungkin aku akan setuju!"

Sudah kuduga, suaraku jadi kasar, mau bagaimana lagi, siapa juga yang mau menerimanya setelah mendengar hal-hal seperti itu?!

"Oya, kau tidak mau? Ini benar-benar aneh tapi aku dengar kau akan pergi."

Dari suaranya sepertinya sedang mengalami masalah. Bercanda pun ada batasnya. Tidak mungkin aku pernah mendengar mengenai ini sebelumnya!!!

"Aku tidak bohong, aku tak pernah dengar pembicaraan seperti itu, oke? terlebih lagi, idiot macam apa yang mau menerima pembicaraan tentang dunia lain?! Apa yang kita bicarakan saja sudah aneh!"

Dengan seluruh kemampuanku aku mencoba menjelaskan.

"Fumu, Sepertinya memang bukan kau. Aku melakukan sesuatu yang buruk, aku minta maaf"

"Tuh kan.. aku senang kau mau minta maaf, tapi apa kau mau membawaku kembali?!"

Nada suaraku yang asli masih belum kembali, itu mungkin bukan nada seperti nada suara di pertandingan hidup-mati tapi aku tau itu bukan nada suara yang ramah. Ya, yang salah situasi yang buruk ini. itu bukan kesalahanku.

"Tentu saja."

Suara itu mengatakan demikian.

Aku senang. Suara itu bisa mengerti. Dalam situasi yang normal, ini adalah bagian dimana dia harusnya akan bilang 'maaf kan aku', 'mustahil' atau 'oke, lakukan yang terbaik' kemudian melemparmu keluar.

Atau mungkin 'kau sudah mati~', orang itu memberitahu mu tanpa mendengarkan komplain dan membuangmu ke dunia lain. Aku kira itu yang akan terjadi, tapi..

Aku selamat~

"Baiklah, aku benar-benar minta maaf.. Tapi, itu pasti kakakmu atau adikmu"

Aku tarik kembali apa yang kukatakan. Orang ini mengatakan sesuatu yang tidak bisa dianggap sebagai lelucon. Dia mengatakannya dengan acuh tak acuh tapi itu adalah kata-kata yang tak bisa kubiarkan lewat begitu saja.

"Hey, apa yang kau bilang tadi itu?"

"Hn? Kalau kau bukan orangnya, itu berarti saudara perempuan mu adalah orangnya"

"Jangan menjawab ku dengan 'hn?!', kalau kau melakukan sesuatu pada saudaraku aku tidak akan segan-segan 'lho!"

Mereka berdua bertingkah seperti tak ada yang berubah, untuk mereka yang telah menetapkan hati untuk menerima situasi semacam ini sebelumnya itu mustahil. Dan tanpa peduli dengan semua itu, orang ini bilang dia akan mengambil salah satu dari mereka berdua. Jangan bercanda!.

"Tapi.. Kau adalah anak laki-laki tertua dalam keluarga Misumi, Misumi Makoto-kun kan?"

Kenapa dia tau namaku?

"Aku diberitahu kalau anak-anak dari keluarga Misumi seharusnya sudah mendengar hal ini?"

Suara itu terdengar lebih kesusahan dari pada sebelumnya, aku sedikit terkejut dengan suara ini. Meskipun saat dia menculik ku dia masih mencoba menghormati keinginanku.

Dengan ini

"Baiklah.. untuk sekarang, bisakah kau memberitahu ku namamu?"

Ya, ntah bagaimana aku tidak panik tapi bukan berarti aku juga tenang.

Aku cuma, ntah kenapa bisa tenang, bisa dibilang begitu. Aku harus menenangkankan diri.

Aku masih tidak tau identitas dari suara itu.

"??. fumu, kau benar. Aku minta maaf belum memperkenalkan diriku, namaku Tsukuyomi"

"Ooh begitu, Tsukuyomi. Tsukuyomi.. Tsukuyomi?!"

"Oya, kau tau? Kau cukup berwawasan 'ya."

"Salah satu dari 3 dewa shinto, 'Tsukuyomi no Mikoto' yang itu?!"

"Ooh, itu benar, dibangingan dua orang lainnya aku masih tergolong minor."

Yah itu benar, meski begitu itu masih nama lah nama yang besar.

Aku suka mitos dan sejarah (meskipun hanya sedikit), itulah kenapa, kalau apa yang suara itu katakan benar, maka memang seperti itulah dia.

"Kenapa tsukuyomi bisa mengenalku?"

Pada awalnya, hal-hal yang kumengerti hanya sedikit, tapi aku tak mengerti kenapa aku terpilih untuk pergi ke dunia lain.

"Oh begitu.. kau benar benar tidak tahu apapun, baiklah aku akan memberitahumu"

Kemudian semua yang ia beritahu, jujur saja aku tak bisa mengerti.

Aku benar-benar berada di posisi orang-orang yang dipanggil kedunia lain, tersesat atau reinkarnasi. Atau begitulah yang aku pikirkan.



loading...