Thursday, 8 September 2016

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Chapter Prolog 2 Bahasa Indonesia


Translator   : Alice
Editor         : Kirz
Proofreader: Ise-kun

Prologue 2 : Hadiah Perpisahan Yang Rahasia
-------------------

catatan dari translator
Tsuki-sama = Tsukuyomi

--------------------

Dilihat dari apa dikatakan oleh tsuki-sama, kelihatannya memang seperti ini. Sebenarnya, dari keseluruhan proses penyampaiannya, hingga tata cara penyampaiannya, semuanya sudah jelas.

Orang tuaku kelihatannya berasal dari dunia lain. Sejak kecil, kakek-nenekku telah tiada dan aku diberitahu kalau kami sama sekali tidak memiliki kerabat, tapi.. bisa-bisanya kalau itu yang jadi alasannya.

Selama mereka disana (TL Note: Sewaktu masih di dunia lain), karena memang sudah takdirnya, mereka membuat perjanjian dengan dewa didunia lain. Kelihatannya itulah yang telah membawaku kedalam situasi ini.

Kemudian, harga yang harus dibayar untuk perjanjian itu adalah 'suatu hari aku akan mengambil hal yang teramat penting darimu'.

apa orang itu iblis?!

Dan kelihatannya orang tuaku setuju dengan itu.

Sekarang kalau aku pikir-pikir lagi, kakak perempuanku, adik perempuanku dan aku, kami bertiga diajari untuk mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga dan juga belajar bela diri. Ternyata itu toh persiapannya?! Untuk pergi ke dunia lain sendirian kapanpun?!

Enggak gak gak gak.. gak mungkin. Sesuatu seperti pergi ke dunia lain, aku nggak pernah denger sepatah kata pun dari orang tua ku

Yah, kalaupun mereka ngasih tau aku juga, aku cuma akan menganggap seolah-olah mereka orang-orang yang berbahaya sih.

Ayahku disebut-sebut sebagai penulis dengan spesialisasi membuat novel fantasy yang tampak begitu nyata. Tapi kalau dipikir lagi kenapa hal tersebut bisa terjadi, itu karena dia sudah pernah mengalaminya (TL Note: mengalami fantasi itu). Penggambaran sebuah daging naga dan cara penyampaiannya yang begitu stabil, benar-benar sangat menyentuh.

Dan dunia dimana aku akan pergi sekarang adalah dunia fantasi yang dipenuhi dengan sihir.

Kelihatannya aku akan dikirim ke dunia itu dengan kekuatan yang melebihi orang biasa. karena beberapa alasan, orang-orang yang dipindahkan dari duniaku semuanya kelewat kuat.

Seakan-akan aku seperti akan dibebaskan oleh baju yang sangat berat. Bukan berarti aku akan abadi, jadi aku tetap akan mati kalau terbunuh, Kurang lebih begitu aku di beritahunya.

Dari apa yang tsuki-sama katakan, kelihatannya hanya dengan hidup di duniaku itu sudah termasuk hebat.

Bukan hanya kekuatan sihir yang tidak ada di tempat itu. Berkat dari Dewa pun hampir sulit bisa menggapainya. Dunia yang keras. Tempat itu adalah tempat yang sama dimana aku telah hidup sampai sekarang, begitulah yang diberitahukan padaku.

Padahal aku cuma menjalani hidup dengan normal..betapa beruntungnya diriku ini.

"Yah~ Aku beneran minta maaf karena telah berteriak kearahmu. Kelihatannya kamu memiliki masalah yang berat, tsuki-sama." (Makoto)

Dan terlebih lagi, untuk berada diantara mahluk yang spesial dan luarbiasa seperti kakak perempuannya dan adik laki-lakinya, kerja keras lah yang tsukuyomi harus lewati, karena itu.. akupun merasakan banjiran emosi dari situasinya. Yah, bahkan dengan situasi saat ini, Diteriaki oleh seseorang yang hampir tidak dikenal. Dia pasti merasa kesulitan juga.

"Well well, bisa-bisanya kau mengerti tentang diriku! dan merasakan perasaan bahagia seperti ini, Sudah berapa lama itu terjadi? bahkan, Makoto-dono juga ikut merasa kesulitan ya." (Tsukuyomi)

Dia mengerti perasaanku tentang menjadi satu-satunya pria diantara dua saudara perempuan. Bisa-bisanya hari dimana aku mendapat simpati akan datang! Aku ralat, jika ada agama Tsukuyomi Mikoto aku akan ikut gabung! Tsukuyomi-sama banzai!

"Walaupun begitu, saudaraku dan aku sudah hidup dalam kehidupan yang normal sekarang. Jika ada seorang dewi memberitahu kami tentang ini, sudah terlambat kayaknya" (Makoto)

"Dari seluruh dunia diluar sana, duniamu lah yang terkeras. Menurut pandangan seorang pengembara dunia lain, tinggal diduniamu itu seperti berada dikedalaman laut atau hidup dilautan lava. Ngomong-ngomong orang itu kok lama sekali yah" (Tsuki)

Kami sedang menunggu orang yang ada hubungannya dunia lain ini tapi..

Tapi kayaknya, keliatannya orang itu nggak akan datang.

Kelihatannya dunia itu adalah tempat yang cukup populer, yang berdasarkan pada keberadaan dewi dan roh. Dan apa yang membuatnya populer, jujur saja, aku sendiri nggak tau.

Ngomong-ngomong aku sudah menandatangani benda yang dewa sudah berikan padaku. Dan itupun setelah aku dibujuk terus, oke?

Lagipula, jika aku tidak pergi, kakak perempuanku atau adik perempuanku lah yang harus pergi

Aku sedang dalam masalah 'tau? Bener-bener dalam masalah.

Karena, yah kau tau lah, aku gak mungkin bisa bermain game. Di dunia dimana mesin belum ada, aku tidak mungkin bisa mengajukan permohonan untuk sebuah mgame mobile. Aku harus mengucapkan selamat tinggal kepada seluruh manga dan novelku.

Di PCku(Komputer) ada konten-konten yang tidak boleh diperlihatkan pada orang yang berumur 18 tahun kebawah. Kalau aku ketahuan, gak tahu aku mau ngomong apaan nanti.

Aku ini cowok yang lagi dalam masa pertumbuhan jadi kau pasti ngerti kan?!

Itulah alasannya kenapa aku bicara pada Tsuki-sama tentang ini, dan mencoba memintanya untuk menyembunyikannya, jadi orang tuaku tidak akan sadar.

Mungkin ini akan terdengar jahat tapi selain keluargaku, aku gak begitu peduli kalau orang lain yang tau tentang ini.

(TL Note: Maksudnya dia gak masalah kalau orang lain yang tau kalau dia nyimpen bokep di PC nya :V kwkw greget)
(Editor note: ALL HAILLLL BOKEPEEEEEERRRSSS!!!!!)

Merasa tersudutkan, aku mengerti betapa pecundangnya diriku ini. Tapi ini yang benar-benar aku rasakan.

Sebenarnya sih, gak baik ini.

Itu lah alasannya kenapa aku memutuskan untuk berhenti berfikir egois. Gimana ngomongnya yah, pokoknya aku itu gak nyangka kalau aku itu selalu mementingkan diriku sendiri aja.

Tapi bisa gawat juga kalau ini dibiarin aja ketahuan...
(TL Note: Badumm Tsssss... :v )

Itu bener kalau dia memberitahuku kalau aku tak bisa kembali, tapi untuk keluargaku yang enggak akan bisa kulihat lagi dan kira-kira gimana kalau tiba-tiba dia menemukan itu..

“Bisa-bisanya anak kita ini punya hobi seperti ini!” (Ayahnya Makoto)

“Seperti inikah anak kita!!”(Ibunya Makoto)

“Onii-chan Mesum!”(Adik perempuan/imoutonya Makoto)
(TL Note: Onii-chan = Kakak laki-laki)

“Otouto apaan nih! Jangan-jangan selama ini dia selalu melihatku dengan tatapan kayak gitu?!”(Kakak perempuan/Nee-channya makoto) (TL Note: Otouto = Adik laki-laki)

TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK!!! HENTIKAAAAAAAAAN!!! (Makoto)

(TL Note: Dia lagi ngebayangin kalau itu benar-benar terjadi)

Aku tak bisa menerimanya! hanya membayangkannya saja sudah membuatku ingin bunuh diri!

"Jangan khawatir" (Tsuki)

Tapi Tsuki-sama berbeda, sementara aku yang sedang terjebak didalam kegilaan dihatiku dan hampir tertelan kedalamnya, dia mengatakan ini padaku.

"Hasrat para lelaki, buku dan software serta yang ada didalam HDD-mu itu, dengan senang hati aku akan melenyapkannya!" (Tsuki)

Tsuki-sama mengatakan itu sambil mengangguk. Dia mengerti segalanya, segalanya tentang ini. Dewa, kau benar-benar seorang dewa sejati! Meskipun kau bukan yang terhebat, tapi didalam hatiku kau sekarang yang nomer satu! Menurutku kau yang paling cocok mendapat gelar The Chief God!

(TL Note: pemimpin dari semua dewa)

Aku juga gak kepikiran awalnya kalau dia ngerti yang namanya HDD, yah itu gak penting sih, yang penting aku bersyukur mimpi burukku telah menghilang.

Yah, lalu setelah itu kita ngobrol-ngobrol tentang kebiasaan orang-orang dan hal lainnya sambil minum teh. Aku menghabiskan waktu dengan Tsuki-sama.

"Omong-omong, aku mengerti kalau didunia itu aku akan menjadi hebat secara fisik dan sihir tapi..." (Makoto)

"Umu.." (Tsuki)

"Ehmm, apa aku gak bisa menerima kemampuan spesial atau sejenisnya gitu? Seperti [Solid Barrier] atau [Devil Eyes of Truth] atau [Rose Logia] atau mungkin [Heavenly Phase]?"(Makoto)

Yah, kalau aku punya kekuatan sihir yang luar biasa, mungkin tidak akan ada artinya. Mungkin akan aku jadikan sebagai bahan pamer ku aja.

Ada banyak orang yang mendapatkan itu saat mereka pergi ke dunia lain, kan? Itulah kenapa aku menginginkannya, 'tau? Hal seperti itu biasanya cuma ada di dunia fiksi sih.

Denger-denger juga sih, ada 'demi-human' dan bahkan ras 'beast' jadi kalau saja aku memiliki abnormalitas, aku seharusnya nggak di diskriminasi.

Pasti bagus kalau aku punya satu, Itu lah yang aku pikirkan.

"Tentu saja kau akan mendapatkannya!" (Tsuki)

"Ebuset?! Serius?! Kekuatan apa yang akan kudapatkan?" (Makoto)

Kupikir awalnya itu permintaan yang mustahil~. Jadi bener juga kalau mau tau sesuatu itu kita gak perlu malu-malu untuk nanya.

"Aku tidak tahu. Aku minta maaf tapi yang pasti kau akan terkejut saat kau mendapatkannya. Aku hanya bisa pergi kesana sekali dan nantinya aku tidak akan bisa berkomunikasi denganmu, jadi aku hanya akan memberimu petunjuk saja, oke?" (Tsuki)

"O~ Aku harap petunjukmu itu sesuatu seperti 'blank skill' yang membuatmu bisa menciptakan kekuatan apapun yang kamu inginkan" (Makoto)

"Bukan, bukan itu. aku minta maaf tapi aku memiliki batas dalam kemampuanku sebagai seorang Dewa" (Tsuki)

"??"

"Aku disebut-sebut sebagai orang yang menguasai malam dan bulan tapi kemampuanku yang sebenarnya benar-benar gak pasti. Mungkin gak pasti yang kumaksud itu seperti yang kau bilang itu 'blank skill'". (Tsuki)

(TL Note: Maksudnya dia tidak bisa menentukan skill nya sesuai keinginan nya, seperti yang di kira oleh Makoto)

"Itulah kenapa aku akan memberimu apapun yang kubisa dalam kekuatanku tapi aku tidak tahu bagaimana akan terjadi nanti. Mungkin saja akan menjadi sesuatu yang tidak kamu inginkan. Aku minta maaf" (Tsuki)

Saat mengatakan itu, Tsuki-sama memberi isyarat agar aku mendekat.

Mengikuti apa yang dia isyaratkan, aku duduk disampingnya dan Dia menaruh tangannya diatasku dan aku merasakan sesuatu mulai mengalir dari dalam diriku. Sesuatu itu masuk ke tulang belakangku dan mulai menjalar ke seluruh tubuhku, kemudian menjalar menuju ke sekitar dadaku dan mulai berkumpul disana dan kemudian berhenti sendiri. Apakah ini berkat yang dia katakan akan diberikan kepadaku?

"Aku merasa seperti ada yang sedang terakumulasi. Apakah ini yang kamu sebut sebagai the point of origin?" (Makoto)

(TL Note: the point of origin = titik asal)

"Itu benar, kau cepat mengerti rupanya. Tidak ada hubungan dengan persepsi di sekelilingmu. Cukup dengan kau membayangkan dirimu melepaskannya, kekuatan itu akan aktif. Yah menurutku cara yang paling mudah yaitu membayangkan melepaskan nya dibagian tanganmu.. Omong-omong untuk melakukan itu sekarang, mustahil. Soalnya tempat ini masih di dunia asalmu" (tsuki)

Aku ingin mencoba mencobanya-nya tapi Tsuki-sama, sambil tertawa, menahanku.

"Oh ya Makoto-dono, Aku akan memberitahumu tentang ini meskipun sebenarnya ini sudah dikatakan di kontrakmu, kalau dewi disisi lain juga akan memberimu kekuatan. Kau akan meninggalkan duniamu yang sekarang, jadi setidaknya kami hanya bisa memberimu  sedikit keuntungan" (Tsuki)

Sekali lagi dengan ekspresi minta maaf, Tsuki-sama menundukkan kepalanya.

"Nggak kok, Tsukuyomi-sama. Aku malah senang. Mungkin, Mungkin yah, kalau saja aku dikirim tanpa adanya penjelasan ketika aku menolakmu dan di hari berikutnya salah satu dari saudaraku menghilang, aku akan mempunyai penyesalan seumur hidup ku"(Makoto)

"Makoto benar benar orang yang baik. Yah dan akhirnya orang yang ditunggu-tunggu telah tiba" (Tsuki)

"Akhirnya yah, kayaknya kita sudah bicara terlalu lama ya" (Makoto)

"Kalau kau mau sih, aku bisa abadikan seluruh percakapan kita tadi kedalam yume makura, apa tidak masalah hanya dengan ini?" (Tsuki)

(TL Note: mitos dari Yume Makura alias bantal mimpi,Jika ada hal penting yang ingin disampaikan, dia akan muncul di dalam mimpi)

Di tangan tsuki-sama ada 2 surat.

Saat aku bertanya pada Tsuki-sama apa aku bisa meninggalkan semuanya tanpa perlu merepotkannya lagi, tapi pada akhirnya aku tetap menggunakan bantuannya yaitu berupa surat. Satu untuk orang tuaku dan yang lagi satu untuk saudaraku.

Bagi orang tuaku, kalau aku memberitahu mereka mengenai dunia lain mereka pasti akan mengerti, tapi kalau kata-kata ini untuk saudaraku, lain lagi kasusnya, maka dari itu aku membuat 2 surat. Kalau saja setelah ini orang tuaku memutuskan untuk meberitahu saudaraku tentang kebenaran ini, kupikir keputusan mereka tetap yang terbaik dan pasti ada alasannya.

Sebaliknya, aku bertanya kepadanya apakah aku nanti bisa membawa sesuatu dan diberitau kalau mereka bisa membuat beberapa akomodasi untuk itu.

Aku memilih beberapa tipe buku dan alat tulis (pulpen dan pensil mekanik tidak diperbolehkan jadi aku harus sanggup hanya dengan pensil). Aku ingin membawa sedikit makanan juga tapi untuk beberapa alasan aku gak dibolehin. Mungkin ada perbedaan hukum di tiap manajemen dunia. Mereka kayanya lagi mengadakan pelestarian besar-besaran yah.

"Ya, tidak apa-apa -- UUWAWWWW?!!" (Makoto)

Sepertinya tubuhku berubah menjadi transparan. aku mencoba memeriksanya dan tubuhku memang sudah menjadi setengah transparan?!

"Apa?! dia berencana untuk membawanya pergi tanpa memberitahuku?! Apa sih yang dipikirin sama tuh cewek!" (Tsuki)

Tsuki-sama juga panik. Rasanya seperti aku akan mati, tapi aku ini cuma dibawa pergi, jadi aku merasa sedikit lega.

"Makoto-dono aku minta maaf! Dewi yang kau akan temui sekarang, aku maklumi kalau kau menyembunyikan rasa ketidaksenanganmu. Dia benar-benar orang yang cukup merepotkan. Tapi kalau kau enggak keberatan, tolong maafkan saja sifatnya itu" (Tsuki)

Tsuki-sama benar-benar orang yang bijaksana. Dia mungkin sudah berpengalaman dalam bertemu dengan banyak orang.

Aku tersenyum sambil mengangguk.

Dia membuat hatiku yakin untuk pergi ke dunia lain dan bisa membuatku menerimanya dengan ikhlas. Dia bicara denganku dan menenangkan pikiranku.

Itu adalah kata-kata terakhir dari Tsukuyomi Mikoto. Meskipun orang yang akan kutemui adalah dewi yang belum pernah aku temui, tapi aku tetap akan menerimanya.


loading...