Tuesday, 27 September 2016

Tsuki ga Michibiku Isekai Douchuu Chapter 1 Bahasa Indonesia


Translator: Alice
Editor: Kirz

Chapter 1 : Berdiri Diatas Dunia Baru

Aku Misumi makoto.

Seorang Siswa SMA kelas 2 yang mendatangi SMA lokal Nakatsuhara.

Klubku adalah klub memanah, keahlianku adalah memanah.

Nilaiku biasa saja, Kemampuan fisik rata-rata.

Penampilan, mungkin tidak terlalu bagus namun juga tidak terlalu buruk, intinya sedang-sedang saja.

Hobiku agak sedikit Otaku, walaupun sebenarnya ketertarikan ku itu ada banyak banget jadi biasanya aku mencoba apapun yang aku bisa lakukan.

Minat yang tak akan pernah berubah dalam hidupku yaitu Pemanahan dan Drama mengenai Era zaman dulu.

Hal yang bagus dalam hidupku adalah keterampilanku dalam menggunakan busur panah.

Meskipun, Kupikir aku memiliki tampang yang normal.

Untuk berada ditempat seperti ini benar-benar tidak cocok untukku.

(TL Note: Ia dibuang karena tampangnya biasa-biasa aj, dewinya hanya mengakui orang2 yang berwajah cantik dan tampan)

Sebuah gurun berwarna coklat kemerahan terlihat di sejauh mata memandang.

Kelihatannya seperti tempat yang pernah kudengar dalam kelasku.

Tempat dimana disiang hari akan terasa panas, dan dimalam hari akan terasa dingin. Sejenis tempat yang seperti itu.

Dari semeenjak aku dikirim kesini, aku sudah melewati 2 malam.

Aku belum memakan apapun, namun anehnya aku gak merasa lapar.

Aku sudah diberitahu kalau di dunia lain ini aku bisa menunjukkan kemampuan fisik yang melampaui batas kemampuan manusia, mungkin itulah sebabnya.

Ah... Kenapa aku berada di tempat semacam ini?

Jawabannya adalah ulah kejahilan dari Dewa.

Aku mengerti, Aku sudah mengerti.

Aku tak tahu sudah berapa kali aku bertanya dan menjawab sendiri pertanyaan ini.

Apa yang seharusnya menjadi hari yang biasa-biasa saja tanpa terjadi apapun, malah dipanggil oleh salah satu Miko, Tsukuyomi mikoto, kemudian diculik oleh dewi aneh dan setelah itu Disinilah aku.

Dewa yang pertama memiliki kesan seperti Dewa yang baik, Dewa (Dewi) yang selanjutnya adalah Dewa (Dewi) yang tak ingin kuakui.

Jadi Dewa yang selanjutnya adalah Seorang Dewi, Tidak, Keberadannya lebih buruk dari pada seekor serangga, yang membuangku ke Gurun yang tak dikenal, dimana bukan hanya orang, tapi bahkan keberadaan hewan tak bisa dirasakan.

Sebenarnya, Aku tak mengerti apapun.

Dalam situasi tanpa adanya barang bawaan sama sekali, Aku berjalan melewati pemandangan yang luas dari gurun, yang tak berubah-ubah seharian penuh.

Dari pada penculikan, ini lebih mirip seperti pembunuhan.

Tidak bagus, terus-terusan memikirkan si asu itu, terus-terusan pula depresi ku bertambah.

Sekelilingku sudah menjadi gelap gulita.

Terlihat cahaya dari bintang tapi tetap saja tidak sepatutnya untuk melanjutkan perjalanan.

Karena tubuh ini sudah terbiasa dengan cahaya dari lampu listrik. Kegelapan ditempat ini menimbulkan rasa takut.

Tapi meskipun aku mengatakan hal seperti itu, Tidur juga tak boleh dilakukan.

Aku sudah merasa mengantuk tapi jika aku tertidur lelap, hal-hal berbahaya mungkin mendekatiku.

Meskipun aku tak melihat ada apapun disekitarku, bukan berarti tak ada apapun sama sekali.

Aku mulai merasa kalau ada baiknya juga mengikuti apa yang Dewi katakan dan bertemu beberapa Orc atau Goblin.

Sebuah tempat dimana aku bisa tidur nyenyak, Aku rasa tidak mungkin tempat yang seperti tadi itu, akan terasa sangat penting untukku.

Besok.

Pasti Besok.

Aku berdoa semoga ada perubahan yang terjadi.

Jika mungkin, Tolong biarkan aku bercakap-cakap dengan seseorang.

Aku bahkan tak peduli dengan penampilannya. Aku juga ingin menemukan makanan.

Ha.. Aku harap pagi akan segera datang.

Sebuah malam panjang yang sulit dipercaya, yang tak bisa dibandingkan dengan malam saat aku menonton Anime di Internet didalam kamarku untuk menghabiskan waktu.

Pada Hari kedua Aku hidup di dunia lain, sama seperti hari pertama, tak ada apapun yang terjadi.

Didalam bayangan sebuah batu, Aku menekuk lututku dan menunggu pagi untuk tiba.

loading...