Thursday, 8 September 2016

Tilea no Nayamigoto Chapter 4 Bahasa Indonesia


Translator: Liber Koibito
Editor: Kirz
Proofreader: Ise-kun

Chapter 4: Aku Dipukul Sama Adik Ku Sendiri

Aku menoleh ke arah Timu dan memarahinya, tapi ntah kenapa suasananya kok rada aneh ya.

Orang-orang yang tadinya mau pergi mulai berbalik dan mengelilingiku.

Tatapan mereka mengerikan, mereka marah yah?

Nggak, ini lebih tepatnya tatapan haus darah.

Kenapa?

---- Ohh, Iya…

Baru inget kalo kumpul-kumpul hari ini kan diadakan untuk memperingati kebangkitan raja iblis. Semua orang pasti sudah menghayati peran mereka masing-masing untuk event ini. Bisa dibilang semua orang disini memainkan perannya sebaik mungkin. Terutama ucapan pria berbaju besi memiliki dampak yang cukup besar, nggak aneh kalau malah menganggap ini sungguhan.

Di tempat yang penuh sandiwara ini, aku seolah menyerobot masuk tanpa sandiwara apapun (TL Note: Maksudnya dia pikir dirinya gak ikut nge-cosplay kaya yang lain). Dengan begitu ramai nya tempat ini, pasti ada beberapa pengidap Chuunibyou yang ikut berpartisipasi, namun beberapa dari mereka mungkin benar-benar orang normal yang biasanya bekerja dengan serius, dan ikut berpartisipasi hanya untuk bersenang-senang.

Disana juga ada peserta dari ras 'Dragnoids' dan 'Birdmen'. Mereka bukanlah ras yang hidup di daerah ini. Mereka pasti berasal dari tempat yang jauh, jauh dari event ini. Dalam menghadapi orang-orang ini, komentarku ini mungkin ga etis banget.

Apa yang harus kulakukan....?

Aku benar-benar menghancurkan dunia khayalan yang mereka ciptakan, kan?

Ketika aku sedang menyesal karena telah membuat masalah kepada semua orang disini.

“Manusia, kau sangat hebat bisa menemukan tempat ini. Bagi mu bisa merusak dua lapisan pelindung…”

Kata pria berbaju besi itu padaku.

Ohhh! Jadi begitu!

Dia sedang membuatku memasuki skenario yang dia buat, untuk membuatku seolah-olah merupakan bagian dari event ini juga, kan?

Kerja bagus, pria berbaju besi!

Ya ampun~ ketika pertama kali aku melihat pria berbaju besi itu aku berpikir “Ih ngeri banget....” tapi kenapa dia tadi bersikap kaya gitu ya...

Dari yang kulihat dari detail sikapnya, mungkin sebenarnya pria berbaju besi ini adalah manager dari toko grosir, atau pemimpin dari sebuah perusahaan. Lihat aja dehh, bahkan dalam event seperti ini dia sangat bersungguh-sungguh gitu, bahkan aku hampir menganggap semua ini kayak beneran.

“Bunuh mereka! Bunuh manusia itu!”

“Kihihi...aku akan membuatmu menangis tersedu-sedu”

“Hyahahaha, daging manusia pertamaku!”

Dalam menanggapi respon pria berbaju besi itu, orang-orang di sekitarku mulai membuat kegaduhan. Peserta event ini mulai berakting sebagai pasukan raja iblis.

Mn, mn. Kayaknya semuanya udah mulai mengikuti alur situasi ini, ya? Semuanya sedang mood-moodnya nih. Akting mereka bagus banget. Suasana ini benar-benar terasa seperti aku akan dihajar habis-habisan. Terlebih lagi, 'beastmen' itu meneteskan air liur dengan mulutnya yang terbuka lebar seolah-olah siap untuk mencabik-cabikku kapanpun.

Aku juga nggak mau kalah. Sekarang peranku adalah pahlawan yang berhasil memasuki barrier pasukan raja iblis. Jadi, aku harus berakting seperti… apa yah kira-kira?

Ketika aku sedang memikirkannya, Timu berjalan dengan cepat menghampiriku.

“Aku tidak mengerti bagaimana kau bisa menemukan tempat ini, tapi kau sangat bodoh!”

“Timu...”

Kalau aku gak salah denger, settingnya dia itu Jendral Iblis Camilla, kan?

Huhu, aktingnya yang sok serius itu imut banget. Tapi, waktu main-main nya sudah habis. Sekarang sudah waktunya pulang.

“Manusia, bahkan walaupun hanya sementara, kau tetaplah kakakku. Setidaknya aku akan memberimu kematian yang tidak menyakitkan”

“Heh? Apa maksud—ap, wah?”

Timu menarik pisau lipatnya menuju leherku dengan cepatnya.

Hal itu menimbulkan suara yang bergema ke seluruh ruangan ――――

Tapi, pisau itu terhenti tepat di depan leherku.

“Mu-mustahil!? Padahal aku sudah memasukkan 'Mana' di seranganku....”

Timu telihat panik seolah-olah hal yang mustahil baru saja terjadi.

“Kau tidak menunjukan belas kasih pada nya kan?”

“Viceroy, tadi itu penghinaan buat ku. Aku sudah menaruh kekuatan yang cukup besar yang bahkan bisa membelah tubuh naga!”

“Benarkah?”

“Mu-Mustahil”

“Camila of the flash menyedihkan!”
(TL NOTE : Camila of the flash itu julukan Camila sebagai jendral iblis)

Orang-orang di sekitarku mulai gaduh.

Aku merasakan sesuatu baru saja jatuh dari tubuhku.

Timu menyerangku.

Dan itu juga lumayan sakit banget. Mungkin akan meninggalkan memar di leherku.

Dengan adikku yang bertingkah begitu kasar padaku untuk pertama kalinya, aku benar-benar shok banget.

loading...