Tuesday, 13 September 2016

The Assassin Prolog


Penulis: Exicore

Prolog: Kematian


Seorang pria sedang berlari sekuat tenaganya di tengah hutan. Ia mengenakan armor putih bersih yang memantulkan cahaya bulan diatasnya, suara besi saling bergesekan bisa terdengar. Ekspresi di wajahnya terlihat aneh, tapi setiap orang yang melihatnya bisa menyimpulkan satu hal, bahwa lelaki itu ketakutan. Nafasnya berat, dan kakinya terasa sakit, tapi dia tidak berhenti, dia tahu dia akan mati apabila dia berhenti.

Rasa lelah ditubuhnya mungkin saja disebabkan karena armornya yang berat, tapi dia tidak punya waktu lagi untuk melepasnya, ia terus berlari tanpa peduli akan keadaan tubuhnya. Dia sudah lupa sudah berapa jam lamanya ia berlari, tapi ia ingat satu hal dengan pasti, bahwa semua penderitaan yang ia rasakan disebabkan oleh seorang pria.

"Sial!"

Umpat pria itu.

"Pria itu... bukan, dengan kecepatan dan kekuatan seperti itu dia pasti bukan manusia. Monster, sudah pasti dia adalah seekor monster. Sial! Monster sialan!"

Umpatnya sekali lagi, yang mana memecahkan kesunyian malam.

"Sial!Sial!Sial!"

Pria itu terus mengumpat, dan pada akhirnya berkata:

"Aku pasti akan membalasmu suatu hari nanti, Monster!"

"Aku pasti akan melaporkan hal ini, membawa pasukan yang lebih besar, dan kubunuh kau dengan tanganku sendiri!" Lanjutnya, tanpa memperdulikan keadaan disekitarnya.

Tanpa ia duga, ia menabrak sesuatu yang keras dan juga berat, membuat tubuhnya terpental ke belakang. Karena dia berlari terlalu cepat ia pada akhirnya jatuh terduduk.

"Ugh!" Rintihnya kesakitan.

Saat ia ingin mengumpat sekali lagi sebuah suara datar tanpa emosi memotongnya dengan berkata:

"Saya ragu Anda bisa melakukan hal itu."

"Apa? Siapa kau-"

Saat ia membuka matanya, pria itu terdiam, orang yang ada di depannya adalah monster yang telah membuatnya berlari berjam-jam karena takut. Monster itu mengenakan pakaian serba hitam dengan jubah hitam dan sarung tangan berwarna merah darah menutupi tangannya, tidak ada yang bisa melihat matanya karena ditutupi oleh bayangan tudung yang ia kenakan dikepalanya.

Ia ingin lari tapi kakinya tidak bisa bergerak, lebih tepatnya, ia tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya. Ia ingin memalingkan wajahnya tapi tidak ada respon 'Tubuhku sudah bukan milikku lagi.' Pikirnya.

Monster itu berbicara sekali lagi memperjelas maksud ucapannya.

"Saya ragu Anda bisa melakukan hal itu dalam keadaan Anda saat ini."

"Maaf atas kelancangan saya, tapi saya rasa waktu Anda di dunia ini sudah habis."

"A-apa maksudmu?!"

Dia berhasil mengeluarkan suaranya karena alasan yang sama yaitu rasa takut.

"Maksud saya, saya akan membunuh Anda."

Tentu saja monster ini, orang yang telah menghabisi 500 prajurit terbaik miliknya akan datang untuk membunuhnya sebagai komandan mereka, rasa takutnya akan kematian meledak sehingga ia berkata;

"Aku mohon kepadamu ampu-"

"Maaf, tapi saya bukanlah Tuhan melainkan pembunuh bayaran."

Ujar monster itu, menghentikan dirinya yang berusaha bersujud dan menyembahnya.

Dan sebelum ia menyadarinya-

Ia bisa melihat jasad tubuhnya yang tanpa kepala jatuh ke tanah, jasad tanpa kepala itu mencipratkan darah tanpa henti dari leher yang sudah kehilangan kepalanya itu, dan kemudian kehilangan kesadarannya untuk selamanya. Dia Arsalt Raystron The Immortal, komandan pasukan elit Lotus Empire, pada hari itu mati di tangan monster yang nantinya akan dikenal sebagai 'Deathbringer'.

loading...