Tuesday, 13 September 2016

The Assassin Chapter 1


Penulis: Exicore

Chapter 1: Pembantaian


"Membosankan~"

Kata seorang pria yang memakai pakaian serba hitam denga sarung tangan berwarna merah darah yang menutupi kedua tangannya, dengan nada bosan, memecahkan keheningan malam.
Didepannya ada sebuah mayat tanpa kepala yang mengenakan armor putih yang sekarang sudah kotor terkena darah.

"Padahal kupikir aku akan terhibur, hah~"

Kata pria itu dengan nada sedih, yang kemudian meninggalkan mayat itu dan menghilang ke dalam hutan.

-----

Arsalt Raystorn, komandan pasukan elit dari Lotus Empire yang mendapatkan julukan 'The Immortal' karena kemampuannya di medan pertempuran, sedang memimpin pasukannya melewati gerbang ibukota untuk kembali ke istana dan melapor kepada raja serta merayakan keberhasilan mereka dalam menyatukan seluruh benua ini setelah perang yang berkepanjangan.

Beberapa saat setelah seluruh pasukannya melewati gerbang ibukota, mereka semua termasuk Arsalt berhenti, alasannya ada didepan mereka, seorang pria yang mengenakan pakaian serba hitam dan jubah hitamnya serta sepasang sarung tangan berwarna merah dara menutupi kedua tangannya. Mata pria itu tidak bisa terlihat karena tertutup bayang tudung yang ia gunakan di kepalanya.

"Selamat karena telah berhasil menyatukan seluruh benua, Tuan Arsalt."

"Siapa kau? Apa maumu?"

Tanya Arsalt yang kemudian bersiap untuk bertempur diikuti dengan seluruh pasukannya. Mereka semua turun dari kudanya, mengeluarkan senjata milik mereka dari sarungnya dan mengelilingi pria itu.

"Saya? Nama saya tidaklah penting untuk Anda ingat, dan kalau tentang tujuan saya... Tujuan saya
adalah untuk memusnahkan Anda dan seluruh pasukan Anda."

Kata pria itu dengan nada datar.

"Apa?!"

Teriak salah seorang prajurit yang langsung merangsek maju, membuat prajurit lainnya merangsek maju.

Suara besi bertabrakan dengan batu bisa terdengar berulang kali di waktu yang hampir bersamaan,
Arsalt tidak sanggup berbicara.

"A-apa...?"

Separuh dari prajuritnya telah kehilangan kepalanya, bau darah yang tajam mulai menyebar ke udara, menyengat hidung siapapun yang menciumnya. 250 buah mayat tanpa kepala terus menerus mengeluarkan darah, menciptakan kolam darah di atas jalan ibukota yang putih mengkilap, di antara kolam darah itu bisa dilihat kepala yang tergeletak dengan berbagai ekspresi, ditambah mayat-mayat segar yang bergeletakan pemandangan itu membuat siapapun yang melihatnya ingin muntah, bahkan Arsalt yang telah lama berkecimpung di medan perang.

Orang-orang mulai berteriak dan berlarian, sementara sisa pasukan Arsalt mulai bergerak untuk melindungi Arsalt, meski gerakan mereka melambat karena takut tapi wajah mereka menunjukkan semangat mereka.

"Tolong segera pergi dari sini, komandan! Orang ini biar kami yang menanganinya!"

Ia ragu, tapi setelah melihat wajah dari para prajuritnya, Arsalt kemudian berlari, meninggalkan prajuritnya dengan perasaan bersalah dan keputusan untuk membalaskan dendam mereka.

Tiga hari kemudian, mayat tanpa kepala Arsalt dan kepalanya ditemukan di tengah Hutan Rig, 7km ke selatan dari ibukota.

Sejak hari itu, semua orang mengenal pembantaian seluruh pasukan Arsalt dan komandan mereka sebagai "Decapitate Incident".

loading...