Monday, 19 September 2016

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 3 Chapter 88 Part 1 Bahasa Indonesia


Translator: Kirz
Editor: An-chan

Gabung ke grup FB kami untuk mengetahui perkembangan novel-novel garapan kami https://www.facebook.com/groups/IsekaiNovelTranslation

(Note: Mungkin sebagian dari kalian akan merasa janggal apa yang terjadi... Yah bagian terpenting yang harusnya ada di anime aja di skip gitu. Oke, jadi yang harusnya terjadi adalah...

"Kalau begitu kita akan kembali ke ibu kota dan menemui Rem." (Subaru)

"Hmmn... Siapa itu Rem?" (Emilia)

"Huh..." (Subaru) )

Volume 3 Chapter 88 Part 1:  Sorezore ni, Karera no Chikai!

 — Terbaring di kasur, ekspresinya begitu tenang. Menurut Subaru, Rem sepertinya sedang tertidur.

Bulu matanya (Rem) begitu panjang. Subaru berfikir sambil membayangkan sesuatu, menatapi kedua bola mata Rem yang terpejam itu. Rem selalu berupaya untuk tetap menjaga emosi dalam ekspresinya, tetapi saat ia tertidur, sebuah kelembutan menyelimuti pipinya yang imut. Kalau diingat lagi, Subaru sampai sekarang tidak pernah melihatnya ketiduran seperti itu.



Ia selalu terbangun lebih awal, dan tidur setelah Subaru tertidur. Subaru tahu, untuk selalu membuat hatinya tetap tegar, Rem selalu mencoba untuk mengubur dalam-dalam sifat kekanak-kanakannya, akan tetapi kegigihan nya itu sudah berkali-kali runtuh didepan kedua mata Subaru sendiri.

Menjadi terkejut, tersipu-sipu malu, cemberut atau ingin menangis dan membuka hatinya untuk tersenyum, yang mana senyumannya itu berkilau dibawah genangan air matanya yang jatuh, sebenarnya masih banyak lagi, banyaknya perubahan yang muncul dari dalam diri Rem sendiri-

"—Rem" (Subaru)

Bahkan dengan memanggil namanya, mengelus lembut pipi putihnya, ia tidak memberikan reaksi apapun.

Di tempat tidur, dalam tidurnya yang nyenyak, gaun Maidnya yang sangat cocok dengan bentuk bahunya, ikat rambut putih yang menghiasi rambutnya yang begitu biru dan seindah birunya sebuah langit, dan semua itu lenyap.

pakaian yang ia pakai saat ia bekerja dan bertarung  —  dia benar-benar tidak membutuhkan semua itu saat ini.

"Disini kamu rupanya.." (Seseorang)

Di ruangan yang sunyi dan sepi seolah-olah waktu telah berhenti, seseorang telah memanggil Subaru.

Dengan pelan ia menoleh, seakan enggan ingin melakukan itu, ia melihat kebelakang arahnya. Ternyata itu adalah seorang wanita muda dengan rambut panjang yang lembut mengayunkan rambutnya. Dia memakai gaun berwarna biru tua yang simpel namun elegan, dan bahkan sebagaimana ia berjalan ke arah Subaru, ia terlihat begitu anggun.

Tapi dari semua gerakannya itu terdapat sedikit keragu-raguan di sekitarnya, yang dikombinasikan dengan ke-elegan-annya, memberikan kesan yang agak aneh kepadanya. Subaru tidak dapat berbuat apa-apa melainkan ia jadi salah tingkah ketika berada didekatnya.

"Dia.." (Wanita berambut panjang)

"Tetap tidak ada perubahan. Meskipun aku tidak dapat melakukan apapun... Setidaknya aku bisa tetap menemaninya disini bersamanya. Tapi perkataan ku itu terlihat pengecut sekali" (Subaru)

"Tapi tetap saja, hanya dengan hal ini.. akan membuatnya merasa senang, bukankah begitu?" (Wanita berambung panjang)

Melihat ekspresi murung Subaru, dengan segan wanita itu mencoba untuk menghibur diri Subaru. Tapi mendengar ini, Subaru langsung membalasnya dengan tatapan ganas, masam, dan brutalnya. Dia merasa dipanas-panaskan dengan kata-kata wanita itu, kedua bola mata Subaru fokus tertuju pada wanita itu. Sudah jelas-jelas, ini jauh diluar kendalinya. Menyadari reaksi Subaru, Si Wanita berambut panjang itu meletakkan kedua tangannya ke bibirnya, "Ah Maafkan aku", dia meminta maaf.

"Aku telah mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak aku katakan, dan menyakitimu, bukan?" (Wanita berambut panjang)

"Oh gak.. gak, akulah yang seharusnya minta maaf. Aku cuma mengeluarkan semua kemarahan ku yang tertahan didalam diriku.. Kalau aku ketahuan bertingkah laku seperti ini, Rem pasti akan sangat, sangat, sangat marah kepadaku, pastinya kan? [Kamu seharusnya tidak melukai perasaan seseorang seperti itu, Subaru-kun], atau dia akan mengatakan sesuatu yang lain yang mirip kaya gitu" (Subaru)

Subaru mengangkat bahunya, dan mengatakan kalimat itu dengan lembut dalam nada bicaranya Rem.

Dalam pikirannya, Ia sedang mendengar suara Rem mengatakan kata-kata itu. Sebuah suara yang hanya dapat didengar olehnya.

Kesan yang dibuat olehnya tidak se-membahana seperti Rem, tapi tidak ada seseorang pun di-dunia ini yang dapat menjelaskan arti dari semua itu.

Terhadap kata-kata yang sulit untuk dimengerti dan gerak-gerik tubuhnya Subaru, wanita itu dengan sedihnya menurunkan pandangannya, dan memegang pergelangan tangan kirinya dengan tangan kanannya.

Sebagaimana sebuah bayangan muncul diantara mereka, ruangan itu kembali menjadi sunyi.

... Perasaan yang familiar seperti ini ... seorang Natsuki Subaru seharusnya tidak diam saja seperti ini,  ya kan? Subaru mengguncang pikiran yang ada di dalam hatinya.

Tenggelam ke dalam lautan keputusasaan, itu mudah, walaupun kegundahan yang menusuk hati ingin pergi menjauh. Tapi ini tidak cocok untuk Subaru– sebagai orang yang dipercaya olehnya, sebagai orang yang dicintai Rem lebih dari segala yang ada didunia ini, Ini bukanlah apa yang seharusnya Natsuki Subaru lakukan.

Tidak akan pernah.

"Kamu mencariku, lalu kenapa?" (Subaru)

"Ya, Aku ingin mengadakan pertemuan kepada semua orang yang telah datang kemari, jadi aku meminta semuanya untuk berkumpul di ruang tengah, Kalau saja permintaanku ini disetujui sih oleh .. ehmm.." (Wanita Berambut Panjang)

Menggangguk dengan ekspresi seakan-akan ia telah diselamatkan, wanita itu langsung berbicara ke intinya. Tapi tiba-tiba ia berhenti bicara ditengah pembicaraannya, dan mengerutkan dahinya yang terlihat agak aneh.  Hal Ini terjadi beberapa saat sebelum akhirnya Subaru menyadari maksud dari semua ini.

"Namaku Natsuki Subaru" (Subaru)

"...Oh.. Maafkan aku, Natsuki Subaru-sama. Aku akan benar-benar mengingatnya. Meskipun aku telah mengatakan seberapa banyak aku bergantung kepadamu.. Tapi izinkan aku, untuk meminta maaf kepadamu!" (Wanita Berambut Panjang)

"Gak usah cemas, oke? mulai saat ini kamu harus belajar untuk mengingat sesuatu, gak usah khawatir lagi". (Subaru)

Sebagaimana yang telah ia katakan, ia sangat, sangat, sangat merasa bersalah, wanita itu menundukkan kepalanya.

Lalu, melihatnya telah pulih kembali dengan keanggunannya yang begitu menawan, bahkan sisi kewanitaannya yang begitu kuat, Subaru tidak dapat berbuat apa-apa melainkan ia merasakan sesuatu yang tidak nyata menusuk hatinya. Tapi Subaru tidak cukup gegabah untuk meneriakkan apa yang dia rasakan ini dengan kencang.
(TL Note: Sepertinya subaru mulai Jatuh hati dengan wanita ini xD)

Menggeleng-gelengkan kepalanya, Subaru memutuskan untuk mengkesampingkan itu dulu sekarang, dan berdiri.

Menuju ke gadis yang sedang tertidur lelap dikasur, dan secara gentle menyentuh poni di dahinya.

"Aku akan kembali lagi, Rem" (Subaru)

Bernafas dengan lembutnya, menandakan ia masih tetap menunggu Subaru disana.
— Yang telah terlupakan oleh dunia, inilah satu-satunya jalan kehidupannya Rem.
Dengan Rem yang selalu berada di belakangnya, Subaru pergi ke arah wanita muda itu.

"Di ruang tengah kan? Ayo dah, jangan sampai bikin mereka nungguin kita" (Subaru)

"Iyahh, ayo, Natsuki Subaru-sama" (Wanita Berambut Panjang)

Pandangannya yang agak lurus ke depan, disertai senyuman yang begitu lembut, wanita itu merasa seperti sedang bermimpi – Rambut hijau panjangnya, berayun-ayun ketika ia sedang berjalan.
(TL Note: Kok gue punya firasat, kalau dia ini Crusch ya :v )

Benci untuk mengakui ini, Subaru berpaling, menyembunyikan senyuman aslinya yang menyelimuti wajahnya.

"Terima kasih karena telah datang menjemputku, Nona Crusch" (Subaru)
(TL Note: tuh kan :v)

Dengan memanggil namanya, Subaru berterima kasih kepada wanita berambut panjang itu – yang sepenuhnya mulai berubah menjadi seperti orang lain.

loading...