Thursday, 22 September 2016

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 3 Chapter 88 Part 3 Bahasa Indonesia


Translator: Kirz
Editor: Ise-kun

Etoo... Ini juga merupakan chapter sponsor. Katakan thx dulu dong ke Mister W :3

Gabung ke grup FB kami untuk mengetahui perkembangan novel-novel garapan kami https://www.facebook.com/groups/IsekaiNovelTranslation

Volume 3 Chapter 88 Part 3:  Sorezore ni, Karera no Chikai!

—Setelah pertempuran melawan 'Paus Putih', dalam perjalanannya kembali ke Ibu Kota, Rem, Crusch, dan para rombongan, yang membawa beberapa pejuang yang terluka dan beberapa kepala Paus Putih yang terpenggal, secara tiba-tiba di serang oleh dua orang dari 'Uskup Agung Pemuja Dosa'.

Setengah dari rombongan telah tewas. Para pejuang ras demihuman langsung menggiring para rombongan yang tersisa untuk mundur, dan menghindari pembantaian total.

"Ketika Wakil-Kapten Hetaro menggiring Pasukan Ksatria Ibu Kota ke TKP, para Uskup Agung Pemuja Dosa itu sudah menghilang nyan~. Yang tersisa cuma beberapa tubuh ksatria dan.." (Ferris)

"Orang yang tampak seperti diriku ini.. kan?" (Crusch)

Crusch mengerutkan dahi nya sebagai respon terhadap kata-kata yang diucapkan Ferris tadi itu, sambil menggigit bibirnya. Dengan ekspresi yang murung, Crusch merasa ini semua adalah salahnya.

Baginya, "Crusch" dalam kisah hidup Ferris, mungkin lebih cenderung mengarah ke sosok yang berbeda dari sekarang ini.

(TL Note: Maksudnya Crusch yang biasa bersama Ferris, sifatnya tidak seperti saat ini)

Itu karena—

"Ingatanku telah dihapus.. oleh para 'Uskup Agung Pemuja Dosa' itu?" (Crusch)

"Mungkin nyan~. Aku telah menemui beberapa korban lainnya yang memiliki kondisi sama seperti Crusch-sama. Ingatannya telah benar-benar menghilang, sihir penyembuh Ferris pun tidak bisa berbuat apa-apa nyan~. Bahkan saat ini Ferris gak tau kenapa bisa kaya gitu.." (Ferris)

"Uskup Agung Pemuja Dosa, 'Kerakusan'. Dilihat dari ini semua- Sudah pasti ini ulahnya" (Wilhelm Ojii-san)

Wilhelm ojii-san mengangguk dengan sangat yakin, dan dengan seriusnya menatap kearah Crusch. Tapi, melihat Crusch menjadi ciut gara-gara tatapannya itu, Willhelm langsung memejamkan matanya dalam rasa bersalah.

"Saya sangat tidak peka atas kondisi Crusch-sama saat ini, dan telah menakuti anda. Saya meminta maaf sedalam-dalamnya atas kesalahan saya ini. Saya masih perlu belajar lagi" (Wilhelm ojii-san)

"Oh tidak.. Akulah yang seharusnya meminta maaf karena telah menjadi master yang tidak berguna.. Meskipun saat ini aku sedang berusaha keras untuk mengingat segalanya tentang Wilhelm-sama.." (Crusch)

Mendengar Crusch memanggilnya "Wilhelm-sama', pria tua itu merasa kengerian.

Melihat masternya menderita seperti itu, rasa bersalah serta malu karena telah gagal melindungi masternya telah memberikannya rasa sakit pada wajah Wilhelm. Melirik ke arah Subaru, yang saat ini seharusnya menangis, yang seharusnya memiliki rasa sakit, sesakit hatinya saat ini, Wilhelm tampaknya mengerti akan kondisi Subaru saat ini.

Di sisi lain, Ferris, kepercayaannya pada Crusch tidak akan goyah terhadap apapun... terlihat benar-benar tidak memperdulikan perasaan Subaru saat ini.

"Uskup Agung Pemuja Dosa 'Kemalasan' sudah kita tangani. Dan nyan~ masih ada "Kerakusan" dan "Keserakahan. Semua yang dapat dilakukan itu ada batasnya nyan~. Sangat jarang dua orang dari 'Uskup Agung Pemuja Dosa' saling bekerja sama, Aku pasti akan terkejut jika pelantikkan Emilia-sama tidak ada hubungannya terhadap hal ini". (Ferris)

"...aku?" (Emilia)

Namanya tiba-tiba disebut, Emilia melihat kearah Ferris dengan ekspresinya yang begitu terkejut. Dengan santainya mengangguk sambil melihatnya, Ferris melanjutkan penjelasannya.

"Pemuja penyihir itu tidak mungkin berdiam diri saja terhadap keberadaan sosok setengah-elf seperti Emilia-sama ini. Mereka biasanya tenang dan merayap dari balik bayang-bayang, tapi sekarang mereka tiba-tiba membuat kehebohan seperti sekarang ini, sudah jelas kalau ada yang memancing nya disini". (Ferris)

Mendengar spekulasi Ferris yang seperti itu, Subaru menyilangkan kedua tangannya di atas perutnya, dan mengingat-ngingat lagi percakapannya dengan Ferris sebelumnya.

Malam sebelum pertempuran dengan Paus Putih, disaat Subaru berdiskusi dengan Ferris dan Crusch terhadap kemungkinan penyerangan dari Para Pemuja Penyihir itu, Ferris dan Crusch saat itu sudah menyetujui segala ucapannya Subaru waktu itu. Itu pasti ada semacam preseden...

"Tapi anoo... Meskipun aku tidak tahu banyak tentang para Pemuja Penyihir.. Sebenarnya penyihir yang mereka sebut-sebut itu "Penyihir Kecemburuan", kan?" (Emillia)

Menaikkan tangannya dengan gugup, Emilia mengucapkan pertanyaan yang tak disangka-sangka.

Subaru meragukan apa yang dia dengar ini, dan disisi lain Wilhelm ojii-san dan Ferris-chan sedang terdiam terbujur kaku terhadap apa yang mereka dengar. Orang yang tidak terdegup kagum terhadap kata-kata itu hanya Crusch, dan Emilia itu sendiri.

Melihat reaksi semua orang, Emilia menjadi lebih gugup.

"G-Gomen! Aku bisa tahu dari reaksi kalian kalau itu adalah sesuatu yang seharunya aku tahu, benar, benar, harus" (Emilia)

"Tapi... Emilia-tan.. kamu tahu tentang Penyihir itu, kamu sendiri yang pernah bilang ke aku 'kan.." (Subaru)

Saat pertama mereka bertemu, dia memberitahunya kalau namanya itu "Satella", dan lalu setelah Subaru mati, dan bertemu lagi dengannya, Subaru mencoba untuk menyebut nama itu lagi untuk memanggilnya. Dari ingatannya Subaru terhadap kemarahannya Emilia pada saat itu.. Pastinya Emilia sudah tahu kalau nama itu terlarang.

Akan tetapi Emilia menggelengkan kepalanya disaat mendengar ucapannya Subaru tadi.

"Dekat hutan yang ada di dekat tempat aku tinggal, ada sebuah desa kecil.. mereka membenci aku gara-gara penampilan ku ini yang mirip dengan Penyihir Kecemburuan.. Jadi aku tahu bagaimana seorang penyihir dipandang di hadapan dunia, tapi kalau tentang Pemuja Penyihir.." (Emilia)

"Tentang bagaimana kehidupan Emilia-sama di masa lampau, mari kita kesampingkan itu dulu nyan~! Tapi tentang kalau ternyata kamu ini tidak tahu tentang "Penyihir Kecemburuan", memalukan banget kamu ini nyan!" (Ferris)

Kedua bahunya yang dinaikkan, sebagaimana ejekannya tadi, kedua tangannya diangkat keatas dengan mengeluh.

(TL Note: kurang lebih seperti inilah ekspresinya Ferris: goo.gl/y9TTpo)

Melihat sikap yang seperti itu dari Ferris, Subaru mulai semakin murka, dan menatap kearah kedua mata Ferris' yang direspon juga oleh Ferris.

"Bisa-bisanya kau bicara seperti itu? Agar aku bisa mengakui bahwa kau tidak tau apa-apa, apa kau tahu berapa banyak keberanian yang diperlukan untuk melakukan hal yang dilakukan Emilia tadi? Kalau ditanya apakah itu penting, terus masalah gitu buat mu 'hah?" (Subaru)

"Subaru-kyun kamu ini percaya diri banget nyan! Kamu ini memang bener-bener seorang master dan pelayan nyan!" (Ferris)

Ferris secara terus-menerus menghina rasa ketidaksenangan yang ditutup-tutupi oleh Subaru, Subaru sudah ingin bangun dari kursi duduknya dalam kemarahannya—Akan Tetapi,

"Ferris. Aku tidak bisa diam saja atas apa yang telah kamu katakan barusan. Cepat minta maaf." (Crusch)

(TL Note: WOOOOHH!! SASUGA CRUSCH-CHAN!)

Dengan gaun malam yang sedang dikenakannya, lemah anggun dan malu-malunya yang ditunjukkan sebelumnya, saat ini dia secara tiba-tiba berubah secara drastis — Betapa gagah dan ganasnya, tatapannya terhadap Ksatria itu.
(TL note: terhadap Ferris)

"Sebagaimana yang telah dikatakan Subaru-sama, yang menanyakan ke-pengetahuan-mu tentang hal tadi, itu tidak pantas untuk kamu hina. Bahkan jika menurutmu itu tidak benar. Mengerti?" (Crusch)

"...Dimengerti, Crusch-sama" (Ferris)

Kalimatnya tadi begitu tajam, dan sekarang Crusch kelihatannya telah kembali menjadi gadis yang bersuara lembut seperti sebelumnya. Tapi seakan-akan mendengar crusch-sama yang gagah, dari tubuh gadis yang feminim dan lemah ini, Subaru tidak bisa menahan kekagumannya. Ferris juga, tidak bisa menahan keterkejutannya dalam tatapannya.

"Emilia-sama, tolong terima permintaan maafku ini atas kekasaranku tadi. Subaru-kyun juga" (Ferris)

"Ohh eng... engga, ga apa. Kalo gitu, mari kita bicarakan tentang Pemuja Penyihir aja sekarang. Emilia-tan ingin mendengar tentang ini. Dan jujur sih, aku juga gak tau detail tentang mereka sebenarnya.." (Subaru)

Melihat Subaru kembali duduk, mulai tenang, Ferris dengan riangnya membalas "Baiklah nyan~". Dengan jari kecilnya yang menyentuh bibir bawahnya, Ferris bergoyang-goyang dalam gaun pendeknya.

"Pertama-tama, sebagaimana yang telah dikatakan Emilia-sama, Pemuja Penyihir adalah sebuah organisasi yang melakukan pemujaan terhadap 'Penyihir Kecemburuan'. Sejak kebangkitan penyihir itu 400 tahun yang lalu, para fanatik ini sudah mulai aktif. Intruksi kepada seluruh ksatria, segala yang berkaitan dengan organisasi ini harus disingkirkan." (Ferris)

"Disingkirkan... bagaimana mereka bisa melaksanakan perintah ekstrim semacam itu?" (Emilia)

"Para pemuja penyihir itu tidak ragu-ragu untuk membakar sebuah desa atau seluruh pelosok kota, cuma hanya untuk mencapai tujuan mereka. Kenyataannya, nyaris jatuh beberapa korban di Desa sebelah Istana Tuan Roswaal itu akibat ulah para pemuja ini, dan salah satu 'Uskup Agung Pemuja Dosa' berhasil merebut kota kerajaan Boratia di utara sendirian." (Ferris)

Emilia tetap mengedipkan kedua matanya, seolah-olah ia tidak menerima kenyataan ini. Subaru mengerti akan reaksinya itu, karena kengerian dari Pemuja Penyihir itu selama ini telah terukir dalam hatinya.

Subaru sekarang menggunakan Betelgeuse sebagai pundak ukur sebesar apa tingkat kegilaan dari kelompok itu.

Tapi dari segi kekuatannya, "Keserakahan" kedengaran-nya level tingkatan-nya sangat berbeda dari Betelgeuse.

"Tunggu, tunggu pembicaraanku jadi melenceng dari topik nyan~.. Oke kembali lagi, Uskup Agung Penyihir Pemuja Dosa, Setiap dari mereka dinamai berdasarkan salah satu dari enam Dosa, selain dari "Kecemburuan", mereka semua adalah ekskutif dari organisasi tersebut" (Ferris).

(TL Note: Maksudnya mereka seperti "Keserakahan", "Kerakusan", merupakan salah 1 dari Enam Dosa, tapi "Kecemburuan" tidak ikut memimpin organisasi tsb)

"Ke-enam penyihir itu.. adalah 'Kemalasan', 'Keserakahan', 'Kerakusan', 'Nafsu', 'Kemurkaan' dan 'Keangkuhan', kan?" (Emilia)

"Yap, dan terutama yang paling terkenal diantara mereka adalah 'Kemalasan' dan 'Keserakahan'. 'Keserakahan', sebagaimana yang kita tahu sebelumnya, diketahui telah melakukan pembantaian di seluruh penjuru kota. 'Kemalasan', di sisi lain, tampaknya Ia adalah dalang dari setiap gangguan kecil yang disebabkan oleh para Pemuja Penyihir. Tapi 'Kemalasan' sudah kita bereskan saat ekspedisi kemarin ~nyan.. Ya kan, Subaru-kyun?" (Ferris)  

"Iya.. si 'Kemalasan' sudah mati. Aku telah melihatnya terpotong berkeping-keping didepan kedua mataku sendiri, tidak salah lagi." (Subaru)

Subaru membenarkan apa yang diucapkan Ferris, ingatannya kembali lagi ke momen saat-saat terakhirnya Betelgeuse.

Meneriakkan namanya Subaru, dipenuhi akan rasa kebencian.. Bahkan setelah sekian lama, suara itu tetap saja tidak meninggalkan telinganya. Mirip seperti sebuah kutukan, tetap saja menggema di telinganya..

—Akankah itu yang menjadi alasan dibalik semua takdir kejamannya Subaru?

"Sekarang tersisa 5 Uskup Agung Pemuja Dosa. Dua dari mereka adalah orang yang bertanggung jawab atas penyerangan dadakan terhadap Crusch-sama. Gerak-gerik mereka sangat misterius, dan bahkan setelah 400 tahun upaya untuk membasmi mereka hampir tidak membuat kemajuan apapun. Sebagaimana apa yang menjadi tujuan mereka selama ini.. Dikatakan mereka ingin membangkitkan si 'Penyihir Kecemburuan' "(Ferris)

"Menghidupkan kembali.. penyihir?!" (Subaru)

Tidak bisa mengabaikan kalimat itu, Subaru menghentak, memiringkan ke depan kursi duduknya.

(TL Note: Itu lho posisi orang waktu kaget, sambil duduk tapi dimajuin duduknya ke depan, jadi kursinya agak miring gitu, pijakan belakang kursinya gak nyentuh tanah, pasti kebayang kan? xD)

"Membangkitkannya nya.. Apakah itu mungkin? Penyihir itu sudah mati 400 tahun yang lalu kan? Ingin menghidupkan penyihir itu lagi.." (Subaru)

"Subaru-dono, penyihir itu belum wafat. Sayangnya. Jiwanya masih terikat dengan sisi dunia ini." (Wilhelm Ojii-san)

Terhadap kegelisahan Subaru, Wilhelm secara diam-diam membeberkan fakta tentang ini.

Tercengang, Subaru melihat kearah Wilhelm, dan menatap kedua  bola matanya, dengan begitu serius dan tajam.

(TL Note: Krng lbh spt ini tatapannya imgur.com/a/g7hrl)

"Dekat lokasi Air Terjun Besar, disana ada Kuil Segel Batu. Disanalah penyihir itu berada, Jiwanya yang tidak dapat dihancurkan tersegel didalamnya. Bahkan dengan kekuatan Naga dan dikombinasikan dengan kekuatan Pedang Suci, Dia tidak dapat dimusnahkan." (Wilhelm Ojii-san)

"Disegel ya.. Aku pernah mendengar tentang itu sebelumnya.. Tapi untuk membangkitkannya, kenapa mereka gak hancurin aja segelnya?" (Subaru)

...Jika penyihir itu disegel, Seharusnya mereka hanya perlu menghancurkan segelnya, tapi malahan, setiap kali keberadaan gadis setengah elf ini tercium, mereka menebar malapetaka pada penjuru dunia dengan tindakan membunuhnya dan pembantaiannya. Apa yang sebenarnya para Pemuja Penyihir itu lakukan? Tapi, menjawab pertanyaan tersebut, Wilhelm menggelengkan kepalanya.

"Untuk mendekati kuil itu hampir mustahil. Pertama, disana ada 'Mana' yang sangat kecil dekat dari lokasi Air Terjun Besar itu, dalam kondisi yang seperti itu, tidak ada seorangpun yang akan bertahan dari 'Mana' yang seperti bau Penyihir. Kedua, mereka tidak dapat melewati kehadiran para Tua Bijak" (Wilhelm ojii-san)

"Para tua bijak..?" (Subaru)

"Si Tua Bijak Shaula, generasi pertama dari 'Si pedang suci', dan si 'Naga Borukanica', pahlawan yang telah menyegel 'Penyihir Kecemburuan' nyan~. Pada akhirnya mereka mengundurkan diri dari tugas mereka berjaga di Menara Pengawal yang berlokasi dekat dari Air Terjun Besar itu. Tapi mengundurkan diri secara nama saja, sampai sekarang, mereka tetap mengawasi, kalau ada lagi orang yang ingin membangkitkan Penyihir itu. — seperitu itulah ceritanya" (Ferris)

"Mereka pasti.. sudah sangat tua sekali.." (Subaru)

Empat ratus tahun itu cukup lama, bahkan untuk para Tua Bijak itu.

Tapi hal itu diluar topik saat ini. Subaru memutuskan untuk mengkesampingkan hal itu jadi Ferris dapat melanjutkan penjelasannya.

"Oke jadi sekarang kita sudah tahu kenapa Penyihir itu tidak bisa di lepas segelnya, terus gimana dong cara mereka membangkitkannya?" (Subaru)

"Meskipun kamu menanyakannya nyan~, Ferris ini bukan Pemuja Penyihir dan juga enggak tahu. Yang kita bisa lakukan itu menyengsarakan para Pemuja Penyihir itu dan buat mereka meludah.. nyan~" (Ferris)

(TL Note: Maksud dari meludah itu, yaa.. kalian tahu lah kaya di adegan orang hbis kepukul itu, ngeludah ngluarin darah kan? :v ,, istilah orang2 jepang emg sulit utk dicerna :v )

Menyikat pertanyaan-nya Subaru (TL Note: Maksudnya melayani pertanyaannya), Ferris memberikan ekspresi seolah-olah "Aku menyerah".

Meskipun Subaru merasa tidak puas, tidak untungnya untuk menanyakan pertanyaan itu lebih jauh lagi.

Bagaimanapun juga, Emilia tetap mengangguk.

"Jadi gitu.. mengapa aku diperlakukan seperti ini.. Tapi kenapa Puck tidak.." (Emilia)

"Apa Puck bilang sesuatu barusan? Aku ada banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan padanya!" (Subaru)

"Puck tidak merespon apa-apa.. Meskipun tampaknya dia itu udah ada dari tadi.. aku cuma tahu dia saat ini dekat sekali.." (Emilia)

Melihat Emilia terliat ciut dalam kursi duduknya, hal ini bahkan tidak membuat Subaru mengatakan "Yosh, yosh". Sesungguhnya, bicara dengan Puck adalah sesuatu yang harus dia lakukan.

Disamping itu, tidak ada cara untuk memprediksi dimana atau kapan Uskup Agung Pemuja Dosa 'Keserakahan' itu muncul. Melibatkan Puck akan menjadi sangat beresiko.

"Oke cukup itu saja untuk bahasan kita mengenai 'Pemuja Penyihir' nyan~. Jadi untuk kedepannya, mari kita alihkan diskusi kita ini ke masa yang akan datang" (Ferris)

"Masa yang akan datang ..?" (Subaru)

Menoleh kearah Subaru dengan tepukan tangan, Ferris, dengan senyum gembiranya, berkata.

(TL Note: Kurang lebih seperti ini ekspresinya: media4.giphy.com/media/klQrJUcrfMsTK/200_s.gif)

"Oke simpelnya, Aliansi ini.. mari kita bubarkan nyan~" (Ferris)

(TL NOTE: JENG JENG JENG,, Sperti biasa.. momen tak terduga di story ini slalu di akhir.. kwkwkwkw! :v )


loading...