Friday, 30 September 2016

Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu Arc 3 Chapter 88 Part 6 [END] Bahasa Indonesia


Translator: Kirz
Editor: Ise-kun

Gabung ke grup FB kami untuk mengetahui perkembangan novel-novel garapan kami dan juga chat-chat ga jelas bersama kami https://www.facebook.com/groups/IsekaiNovelTranslation

Volume 3 Chapter 88 Part 6:  Sorezore ni, Karera no Chikai!

Emosinya memanas di hatinya, mungkin emosinya itu menjadi sangat mustahil untuk ditahan.

Dengan kedua matanya yang bulat, Puck memandangi Subaru dengan begitu dalam, dan dengan 'Aku mengerti', Ia meregangkan badan kecilnya.

"Kata-kataku sangat menyakitkan, maaf, seharusnya aku tidak berbicara seperti itu. Sebagai gantinya... Ayo kita ngobrol dikit mengenai si 'Kerakusan' itu" (Puck)

"...ngobrol? buat apa?" (Subaru)

"Kalau kamu mempelajari sesuatu yang memakan 'Nama' dan 'Ingatan' dari gadis ini, masih ada kemungkinan harapanmu itu terpenuhi, bagaimanapun juga" (Puck)

Terkejut mendengar kalimat itu, Subaru langsung bengong. Melihat reaksi yang seperti ini, Puck mengangguk, lalu ia memegang hidung pink nya yang kecil, seolah-olah ia sedang berusaha mengingat sesuatu.

"Kekuasaan dari 'Kerakusan', simpelnya, memakan. Ketika Ia memakan 'Nama' dari seseorang, segala ingatan tentang itu dari orang tersebut akan di ambil, dan ketika Ia memakan 'Ingatan' dari seseorang, ingatan yang dimiliki orang tersebut akan diambilnya. Dan kalau kedua-duanya diambil, orang tersebut akan menjadi seperti tempurung kosong. Tempurung kosong itu tidak akan melakukan apa-apa, dan tidak akan bisa melakukan apa-apa. Nah kondisi dari gadis ini, seperti itu." (Puck)

"'Nama'... 'Ingatan'..." (Subaru)

Ingatan-nya Crusch. Ingatan dan Nama-nya Rem.

Seperti inilah efek yang dibuat oleh Kekuasaan dari Kerakusan.

"Setelah berhasil membunuh Uskup Agung Pemuja Dosa 'Kerakusan'.. apakah ingatannya akan kembali..?" (Subaru)

"Ah, Apa yang akan terjadi? Memuntahkan segala yang telah dimakannya.. Meskipun aku tidak suka memikirkan tentang ini, emangnya itu bisa dilakukan? Kamu harus tanya dulu sama orang itu sendiri.." (Puck)

(TL Note: Maksudnya Puck, belum tentu stelah dia dibunuh, apa yang dimakannya akan dimuntahkannya, karena mnurutnya blm tentu orng itu akan melakukan itu)

"Tapi kemungkinannya masih ada, kan! Ingatannya Rem, kemungkinan mengembalikan ingatannya Rem..!" (Subaru)

Menoleh kebelakang.. Rem masih tertidur dengan nyenyak-nya.

Masih bernafas dengan lembutnya. Jantungnya masih berdetak. Tubuhnya masih utuh, hanya ingatannya, dan namanya, telah dimakan oleh musuh.

"Uskup Agung Pemuja Dosa 'Kerakusan' — Aku pasti akan memusnahkan mu" (Subaru)

"Meskipun menurutku melakukan-nya tidaklah sesimpel itu.." (Puck)

Ucapan terakhir dari Puck tidak mempengaruhi pikiran Subaru.

Sekarang ini, Subaru, melindungi kepingan terakhir harapannya, yang perlindungannya itu seperti pertahanan yang paling terakhir dari dalam hatinya.

================================================================

—Disaat ia sampai di Ibu kota, Ia menemukan Rem setelah serangan itu, dan saat Ia tahu bahwa semuanya telah hilang, tanpa satupun kebimbangan, Subaru menusuk tenggorokannya dengan pisau belatinya. 
(TL Note: Flashback bentar :v)


Apa yang Ia rasakan saat itu, Ia tidak bisa mengingatnya lagi. Semuanya telah berubah begitu sempurna, begitu sempurna jauh dari dugaan semua orang — Tapi kenyataannya, membuang ini semua secara seketika seperti itu, tidak ada dari semua ini yang berarti baginya.

Jika ia kehilangan Rem, Jika ini berarti menuju masa depan tanpa dirinya, tidak peduli seberapa banyak ia harus menahan rasa sakit itu, Ia pasti akan melakukannya —— Hanya hal ini, yang masih dengan jelas Subaru ingat.

Menembus lehernya, dengan penuh darah, rasa sakit, Rasa panas yang membakar, dan rasa kehilangan, Ia kehilangan seluruh kesadarannya.

Disaat ia terbangun, apa yang Ia lihat adalah Rem yang sedang terbaring di kasur.

Save Point-nya sudah berubah lokasinya. Tempat kembalinya telah diganti. Subaru melihat neraka, dan hanya neraka.

LAGI!? pasti ada kesalahan disini, Ia harus membunuh dirinya lagi.. Akan tetapi Subaru ragu-ragu. Ia tidak takut dengan rasa sakit atau kematian. Tetapi Ia sadar..

...Meskipun Ia kembali ke save point nya yang sebelumnya, Ia tetap saja tidak bisa menyelamatkannya.

Pada Save Point sebelum pertempurannya dengan Betelgeuse, setelah pertempurannya dengan Paus Putih, Subaru dan Rem sudah berpisah menuju haluan yang berbeda untuk beberapa jam. Sudah sangat terlambat untuk menolongnya sebelum serangan mendadak itu. Tapi meskipun Ia bisa, Emilia nantinya akan terlantar. Dan meskipun Ia mengirim para rombongan ke Emilia dengan dibekali sebuah rencana dan bergegas ke lokasi serangan mendadak itu, bagaimana caranya dia mengalahkan dua orang Uskup Agung Pemuja Dosa?

Untuk mengalahkan Betelgeuse, keberadaan Subaru itu sangat dibutuhkan, dan rencana kaburnya Emilia tidak akan berhasil tanpa adanya perlindungan dari Wilhelm.

Mengorbankan Emilia demi menyelamatkan Rem, atau mengorbankan Rem demi menyelamatkan Emilia — Tanpa mengorbankan salah satunya Ia tidak akan bisa menyelamatkan siapapun.

Dihadapkan oleh pilihan yang mustahil seperti ini, Subaru menurunkan pisau belatinya dari lehernya.

Tidak seperti telah dihapus oleh kabut dari Paus Putih, meski telah dilupakan oleh semua orang di dunia ini, tubuhnya Rem masih berada disini. Disampingnya, tidak mampu melakukan apapun, Subaru hanya bisa duduk disana dalam kebingungan..

================================================================

Tapi waktu yang telah dihabiskan dalam kesia-siaan yang kejam itu telah berakhir disini. Telah berakhir sekarang.

Memegang tangan Rem yang sedang tertidur, Subaru menetapkan tekadnya. Satu hal yang Ia yakini,

—Aku akan

"Mendapatkan kembali... Rem, Aku janji.. Aku akan mendapatkan kembali ingatanmu" (Subaru)

Itu adalah sebuah janji. Kebenaran yang ada didepan kedua matamu, pria yang kau cintai, akan menjadi pahlawan terhebat didunia yang pernah ada.
(Note: Bukan pahlawan sih ente jadinya, lebih tepatnya Demon Lord <(") )

Kita masih setengah jalan dari impian itu, ya kan?

"Aku berjanji.. Pahlawanmu akan segera datang padamu. Tunggu saja sebentar lagi" (Subaru)

Menatap keatas, dengan giginya yang ditunjukkan. Ini adalah pernyataan dari sebuah perang.

Musuh itu akan menyesali hari dimana mereka meletakkan tangan mereka, diatas apa yang suci dan yang tak boleh diganggu.

Untukku, Natsuki Subaru, akan membawakan hukuman kepadamu.

"Akan kulakukan — Aku berjanji Akan kulakukan!" (Subaru)

Disaat dimulainya Hari dari Nol, Aku tidak bisa terus-terusan menahan kesendirianku ini tanpa adanya dirimu disisiku.

Jadi aku harus mendapatkan kembali..

Hari-hari yang hilang, Hari dimana aku mengobrol denganmu, dan hari-hari dimana aku akan berjalan bersamamu lagi.. Dengan kedua tanganku, Aku berjanji Aku akan mengembalikan semua ini sekali lagi!

========================-=ARC 3 TAMAT=-=========================

loading...