Tuesday, 20 September 2016

Nidome no Yuusha Chapter 3 Bahasa Indonesia


Translator: Alice
Editor: An-chan

Chapter 3: Hero Menginjak-Injak Dengan Gembiranya.

"Aa ... ugh, gaah ..."

"Higguu ... Gguukk, Aagh ..."

Setelah beberapa menit, ruangan tersebut tidak dipenuhi dengan kata-kata lagi tetapi dengan rintihan. Ketika reaksinya tak membuatku senang lagi tak peduli apapun yang kulakukan, aku berhenti.

Wajahnya sangatlah rusak sampai kau tak kan tau siapa itu. Seluruh jari-jarinya yang patah, menunjuk ke arah-arah yang aneh.

Akhirnya, ketika dia tak bisa menangani pukulan lagi, dia meringkuk dan keluar busa dari mulutnya.

"Baiklah, Haruskah kita melakukannya lagi?"

Hasratku untuk balas dendam tak akan padam hanya dengan ini, tapi jika dia tak menunjukkan reaksi apapun dari penyiksaan, ini tak akan berarti.

Saat aku kembali tenang setelah menghajarnya tadi, aku menggunakan sihir penyembuhan pada Putri Alesia sambil bertahan untuk tidak secara insting menusukkan pedang pendek padanya.

Sejumlah sihir diserap melalui tanganku dan cahaya redup pun memancar. Cahaya itu berasal dari 【Verdant Green Crystal Sword】.

Aku memperoleh salah satu wujud dari Spirit Sword ketika aku memenuhi persyaratan di Hutan Elf.

Pedang pendek sepanjang 15 cm yang terlihat seperti kristal hijau. Dan jika beberapa sihir dituangkan kedalamnya, akan ada efek penyembuhan pada target.

Namun, itu bukanlah pemulihan seketika. Jadi untuk sementara, aku akan menganalisa apa yang terjadi.

"kupikir itu cuma imajinasiku, tapi mengapa... mengapa tubuhku terasa berat ..."

Apa yang kumengerti selama pertempuran adalah kemampuan fisikku jelas-jelas telah memburuk. kenapa itu terjadi, aku punya beberapa gagasan.

"Hmm ... Mungkin karena kutukan?"

Apa yang menusukku sebelumnya, 「Deus Slayer」 adalah pedang yang memiliki kemampuan untuk mencuri atribut setiap kali kau memberikan luka pada lawan, dan efek debuff itulah yang menyebabkan pedang itu menjadi harta gereja. saat itu ketika mereka menggunakannya padaku, efek dari Spirit Swordku dibatalkan.
[TLnote: Debuff= sebuah efek yang membuat karakter digame melemah dan memiliki efek status yang negatif]

Skill yang melekat padaku yaitu 「Spirit Sword」 memiliki kemampuan untuk memperoleh berbagai bentuk setiap kali aku memenuhi persyaratan tertentu yang hanya bisa digunakan olehku.

Empat tahun itu tidaklah sia-sia, di antara banyak wujud yang kuperoleh, ada satu yang dapat menyembuhkan penyakit apapun. Jadi pertama-tama, aku harus menyelidiki tentang bagaimana cara berhubungan dengan pedang ini.

"Buka Status"

Seolah-olah mengikuti suaraku, papan semi-transparan yang pucat; jendela status, muncul.

Terdapat daftar atribut dari orang yang memanggilnya. Tanpa menggunakan beberapa jenis appraisal, skill atau sihir, mereka tidak akan dapat melihatnya kecuali aku.
[TLNote: Appraisal = teknik yang digunakan untuk mengetahui nilai status milik orang lain, Skill=kemampuan]

Disana ada informasi yang menakjubkan ditulis didalamnya.

Ukei Kaito | 17 tahun | Laki-laki
HP: 531/545 MP     : 347/412
Level                       : 1
Kekuatan                : 224
Stamina                  : 324
Ketahanan              : 545
Kecepatan             : 587
Kekuatan sihir        : 117
Daya tahan Sihir     : 497
Skill yang melekat  : 「Spirit Sword ▽」「language Comprehension」
Skill                      : 「Punch Lv1」
Kondisi                 : Prima

"...... Apa-apaan ini?"

Aku mengusap mataku dan menutup jendela status berpikir bahwa itu adalah bug. Menggelengkan kepalaku dan membukanya lagi.

「Buka Status 」
Ukei Kaito | 17 tahun | Laki-laki
HP: 531/545 MP     : 347/412
Level                       : 1
Kekuatan                : 224
Stamina                   : 324
Ketahanan              : 545
Kecepatan              : 587
Kekuatan sihir         : 117
Daya tahan Sihir     : 497
Skill yang melekat   : 「Spirit Sword ▽」「language Comprehension」
Skill                        : 「Pukulan Lv1」
Kondisi                  : Prima


"…Kenapa?"

Ada banyak atribut kuat di sini jadi aku tak sengaja menggumamkan pertanyaan itu.

Pertama, umurku.

aku dipanggil sekitar 4 tahun yang lalu, Saat aku masih Kelas 2 di SMA dan berumur 17 tahun, sekarang aku berusia 21 tahun.

Apa yang telah terjadi? Apa  sesuatu seperti teknik rahasia sudah diaktifkan? atau mungkin tidak?

Yah, aku tak ada masalah dengan ini.

Selanjutnya adalah Level.

Aku mengalahkan Demon Lord, dan EXP yang kuperoleh setelah pertempuran dengannya melimpah. Itu melebihi di atas 300 level, dan naik level menjadi hampir level 400. Sebelum berangkat, pemimpin ksatria, yang dianggap sebagai  orang terkuat di Kerajaan memiliki Level 121, ada juga sekitar 270 peserta selama penumpasan Demon Lord, yang perlu dipertimbangkan untuk mengetahui sejauh mana mereka telah meningkat.

Tentu saja, jika levelku naik, atribut juga terpengaruh.

Tapi aku belum pernah dengar cerita di mana levelmu menurun, satu-satunya kasus yang terjadi ialah ketika kau terus berhenti berlatih selama bertahun-tahun.

Tapi aku belum pernah mendengar rumor dimana levelmu menurun drastis ke level 1 dari level 300.

Atau lebih tepatnya, di dunia ini hanya bayi yang memiliki level 1.

Bahkan ketika pertama kali aku datang ke dunia ini, Levelku adalah 3.

Dan seolah-olah untuk mencocokkan dengan level 1-ku, atributku benar-benar telah menurun.

Dan terakhir, kemampuanku.

karakteristik perfeksionisku adalah sesuatu seperti skill pengkoreksi Hero dan tidak seperti skill yang melekat. Jika kau cocok dan memenuhi kondisi, maka dengan waktu yang cukup kau bisa mendapatkannya.
[TLnote: perfeksionis = orang yang menghendaki kesempurnaan]

Skill memiliki tingkat kemahiran dan level. Jika kau berlatih beberapa kali sampai levelnya naik, maka kau bisa menguasainya.

Pada dasarnya kau tak punya pilihan lain selain menggunakan skill tersebut berulang kali sampai kau naik level, dengan kata lain, Skillku yaitu 「Punch」 yang telah kugunakan berulang kali tanpa henti adalah hasil dari kerja kerasku.

...

"Ahh! Bodohnya aku ... 「Sky Walk」 !! ""

Kesadaran putri belum kembali, tapi kebanyakan dari luka-lukanya sudah sembuh jadi aku menghentikan proses perawatan dan menarik kembali 「Spirit Sword」ku.

Aku menendang permukaan tanah, dan kemudian menendang permukaan tanah sekali lagi menggunakan sihir sebagai pijakanku, Kemudian aku melompat ke udara.

Skill yang kuperoleh secara mendadak adalah 「Sky Walk」. Dengan skill ini, aku bisa membuat pijakan di bawah kakiku, membuat pertempuran di udara menjadi mungkin untuk dilakukan.

Skill yang telah membantuku di medan perang. Itu benar-benar aktif. Memang telah aktif, tapi ...

"Apa kau bercanda……?"

Dia menghela nafasnya saat ia tercengang pada aktivasi skill yang kasar dan berlebihan. Konsumsi daya sihir dan kecepatan aktivasi yang tak dapat dibandingkan dengan apa yang dulu kurasakan.

「Buka Status !!」

Ukei Kaito | 17 tahun | Laki-laki
HP: 531/545 MP     : 297/412
Level                       : 1
Kekuatan                : 224
Stamina                  : 324
Ketahanan              : 545
Kecepatan             : 587
Kekuatan sihir       : 117
Daya tahan Sihir    : 497
Skill yang melekat : 「Spirit Sword ▽」 「 language Comprehension」
Skill                     : 「Punch Lv1」「Magic Manipulation Lv1」「Sky Walk Lv1」
Kondisi               : Prima

Ketika aku membuka jendela status, Skill yang kugunakan sekarang, 「Magic Manipulation Lv1」 dan 「Sky Walk Lv1」 terdaftar.
Ketika aku mengetuk kata 「Sky Walk」 pada jendela status, aku mengeluh.

"Haaa-, seperti yang kutakutkan ..."

Skill 「Sky Walk」 Level : 1
Kemahiran Skill : 1/10000
Sebuah Skill untuk membuat pijakan diudara dengan sihir.

Itu adalah yang tertulis dalam jendela status.
Dengan kata lain, Skill ini diperlakukan sebagai sesuatu yang baru diperoleh.

MPku yang terkuras membuktikannya.

Seperti kukatakan sebelumnya, secara singkatnya level skill menunjukkan seberapa sering kau menggunakan Skill tersebut.

Saat kau berhasil mengaktifkan Skill, kemahiranmu akan bertambah. Karena itu, kau dapat lebih efisien dalam menggunakannya.

Lebih jelasnya, ketika level Sky Walk naik, jumlah MP yang dihabiskan dan banyaknya waktu yang dibutuhkan untuk melakukannya menurun.

Terus terang saja, Skill level 1 itu hanyalah sampah. Sebagian besarnya hanya memiliki tarif penggunaan yang begitu buruk sampai kau tak kan bisa menggunakannya dalam pertarungan yang sebenarnya.

Untuk berjaga-jaga, aku memeriksa Skill lainnya
tapi semuanya level 1 juga.

"Tak terlihat seperti hasil dari sebuah efek ... kutukan. Kalau ada efek yang luar biasa seperti ini, aku tak akan bertahan selama itu di medan perang."

Sebenarnya, jika ingatanku benar sebelum terbangun disini, setiap Skill yang kumiliki berada pada level lanjutan, sehingga memungkinkanku untuk menggunakan 「sky walk」 dan 「Magic manipulation」 sambil mengobrol, dan berjuang sendirian untuk lebih dari setahun.

Jika ada pedang yang memiliki efek skill yang dapat mengatur ulang level dan Skill seseorang, maka tak perlu mengandalkan seorang pahlawan, karena kau bisa saja mengalahkan Demon Lord dalam satu pukulan ...

... Nah, meskipun itu mustahil, kau bisa mengalahkannya semudah itu.

"Saat itu, sebelum dibunuh ... Nah, aku akan berasumsi bahwa aku selamat karena aku masih hidup. Dan sementara aku tidak sadarkan diri, mereka menyengsarakanku dengan efek status jenis baru? "

Pada jendela status menyatakan bahwa kondisiku prima, tapi jendela status bisa saja penuh dengan kekurangan jadi aku hanya bisa menggunakannya sebagai referensi. Dan jendela status bisa saja menipuku karena dihalangi oleh efek status level tinggi.

oleh karena itu, untuk mengenali jenis efek apa yang diberikan padaku, aku membuka jendela statusku lagi dan menggunakan kemampuan penilaian yang Spirit Sword miliki untuk mendapatkan informasi lebih rinci tentang kondisiku.

Jika ini benar-benar efek jenis baru, maka aku harus berhasil memahami efeknya, kalau tidak aku tak akan bisa menemukan persyaratan untuk membatalkannya.

"Baiklah, 「Appraisal」!
......
...
Apprai..sal?"

Dan ketika aku hendak merapalkan kemampuan penilaian yang pedangku miliki dan menggunakannya pada jendela statusku, aku menghentikan pergerakanku.

" Ti-Tidak mungkin.. "

Sambil membuat wajah yang masam karena firasat yang mengerikan, aku menekan 「▽」 icon disamping Spirit Sword.

Kemudian, ada daftar nama-nama Spirit Sword dengan jumlah yang banyak yang aku dapatkan dengan mengatasi kesulitan yang tak terhitung jumlahnya sampai sekarang.

Namun, kebanyakan ditampilkan dalam warna abu-abu yang redup, dan disamping terdapat tanda gembok. Dengan menyentuh tanda tersebut, di sana menunjukukan berapa jumlah EXP yang dibutuhkan untuk melepaskan jenis Spirit Sword tersebut.

"Kau bercanda, kan ...?"

Aku mencoba untuk mengeluarkan beberapa Spirit Swords yang berwarna abu-abu dan redup, namun tak ada satupun yang bisa digunakan.

Tampaknya itu hanya terjadi pada yang berwarna abu-abu, karena aku bisa menggunakan yang berwarna putih.

Sekali lagi, pada titik dimana dia meneteskan air mata, kali ini putri telah melewati rasa sakit yang bisa ia tahan, bersamaan dengan kejengkelan dan kecemasan, emosinya berputar-putar.

Sambil berpura-pura pingsan, dia berusaha merapalkan mantra dari mulutnya, jadi aku menendangnya untuk menghentikan itu.

"Gyaaaaaa !?"

"Kau benar-benar suka melakukan serangan kejutan ya, Alesia. Untuk tujuan apa kau pikir aku menyembuhkanmu? Jangan mati sebelum aku memukulimu. "

Kelihatannya seperti bola api kelas rendah, tetapi karena berada dalam keadaan yang belum selesai dibentuk, bola api itu meledak didalam mulut sang putri.

Tentunya, bagian dalam mulutnya telah menjadi sesuatu yang sangat serius, sangat serius sampai-sampai itu terlihat cantik sekali.
(Note: cantik disini termasuk satire.... Nggak ngerti satire? Buka lagi buku bahasa indonesia kelas 5 SDnya)

Meskipun aku tak akan mengatakannya, aku ingin kau menentangku dengan segalanya yang kau miliki tanpa melakukan bunuh diri.

Melihat Putri Alesia-sama menghancurkan dirinya sendiri, sangat menyenangkan. Ini benar-benar sangat menyenangkan.

Seperti yang kupikirkan, Balas dendam demi diriku sendiri terasa menyegarkan. Sambil memikirkannya, tiba-tiba aku menemukan pemberitahuan di bagian kiri atas dari jendela status, sesuatu yang tak pernah aku lihat sebelumnya.

Sampai sekarang, aku tak pernah sekalipun melihat ikon tersebut, jadi aku tidak tahu efek jenis apa yang dimiliki.

"H ~ m, apa yang harus kulakukan ..."

"Guahkk ... Gau ... vuaahh ..."

Untuk saat ini, aku menekan kakiku yang bosan ke perutnya saat dia menatapku dengan tajam. Menikmati penampilannya yang cacat dan suara dari Tuan Putri Alesia-sama.

Menahan rasa syok ku karena kehilangan banyak wujud dari Spirit Sword, perlahan-lahan aku menekan ikon email dengan jari kanan tanganku.

loading...