Monday, 12 September 2016

Lazy Dungeon Master Chapter 4 Bahasa Indonesia


Translator: Exicore
Proofreader: Ise-kun

Chapter 4: Mari Tangani Para Bandit Itu Entah Bagaimana

Dua hari sudah berlalu sejak aku disummon ke dunia ini.

Entah bagaimana DP-ku berjumlah 179, tidak, sekarang sudah 180. Aku bisa memanggil 9 goblin.

Ngomong-ngomong, aku tahu tahu alasan kenapa inti dungeon itu tidak dihancurkan. Para bandit itu menggunakannya sebagai termos.

Inti dungeon itu bersinar dengan lemah dan sedikit hangat.

Boss dari para bandit itu menggunakan kamar dari inti dungeon sebagai kamarnya, aku mengerti hal itu saat dia menempatkan kakinya diatas inti dungeon dan tertidur. Seperti yang kuduga, Saat aku ingin mengetahui keadaan diluar, aku membuka sebuah aplikasi dan yang kulihat adalah telapak kakinya yang kotor berada di tembok. Dia menendang hati dari inti dungeon-san.

“A-apa? Bahkan aku bisa mendapatkan DP karena orang-orang ini ada ‘tau? Itu adalah situasi yang saling menguntungkan, iya kan? Fufun.”

Mengetahui hatinya diguling-gulingkan oleh sepasang kaki bau, inti dungeon loli yang berambut pirang hampir menangis. Aku melihat sesuatu yang manis.

“Sekarang, apakah ada sesuatu yang bisa dilakukan...”

“Summon sesuatu! Bagaimana kalau goblin untuk membunuh mereka!? Ah, lizardman seharga 150DP sudah cukup! Mahkluk itu tidak akan pernah memaafkan bos bandit itu, dia akan menusuknya berkali-kali!”

“Eh gblk... Mahkluk seperti itu malah yang akan ditusuk.”

Pada akhirnya dia malu karena hatinya dimanfaatkan sebagai termos, hah.

“Ada delapan musuh, kemungkinan kemenangan kita sangat tidak mungkin. Andai saja kau tidak memanggil goblin itu, kita bisa mengurangi pengeluaran untuk makanan,”

“Hmph, aku tidak tahu mahkluk itu harus dibiayai... tunggu, bukankah kau juga nenggunakan beberapa DP untuk men-summon [Futon]!?

Dan satu hal lagi, sepertinya kau bisa melihat dimanapun di dalam dungeon dari inti dungeon. Itu adalah fungsi dari menu.

Tapi, Rokuko tidak tahu akan hal itu. Memang masuk akal, karena fungsi itu tidak dibutuhkan bila kau hanya punya satu ruangan.

“Tapi, apa yang harus kita lakukan?”

“Ah, mungkin saja... hei, gimana kalau surat? Apa Rokuko bisa menulis? Apa bandit bisa membaca?”

“Kalau tentang itu... Iya, aku bisa menulis. Aku juga nggak tau apakah para bandit bisa membaca atau nggak? Mereka sepertinya pernah membaca buku rusak, jadi kalau baca’annya sederhana mereka mungkin bisa membacanya.”

“Aku mengerti. Kalau begitu. Tolong tulis apa yang akan aku katakan untuk sementara.”

“Oka~y.”

*

“Booooos! Ayo bangun!”

“Ngah...?”

Saat bos bandit itu bangun di dalam gua, ada sebuah kotak.

Apakah ada sesuatu semacam ini kemarin? Tidak, tidak ada. Aku pasti sudah menyadarinya lebih awal.

“Apa ini? Bagaimana benda ini bisa sampai kemari?”

“Aku tidak tahu. Tapi Rodriguez yang berjaga dan berkata kalau dia tidak melihat siapapun masuk.”

“Jadi apa? Apa benda ini hanya muncul entah darimana?”

“Jadi... apa yang harus kita lakukan sekarang?”

Aku memeriksa kotak itu, tapi sepertinya tidak ada jebakan tersembunyi didalamnya. Saat aku dengan hati-hati membuka kotak itu, ada sebuah helm baja didalamnya.

Ini adalah item yang bagus, ditambah lagi masih baru.

“Hei, bukankah ini cukup bagus? Sepertinya ini akan laku mahal. Aku bahkan mungkin akan memakainya.”

“Bos, ada sesuatu yang tertulis dibagian dasar kotak ini.”

“Hm? Apa yang ada dibawah sana... tulisan? Oi! Braken, kau harusnya bisa membaca ini, baca cepat.”

“Ya! Coba aku lihat.”

Memberikan kotak itu ke anak buahnya untuk dibaca, isinya pun dia ketahui.

Isinya tidak terduga.

[A-ku-adalah-int-dujeon. Terima-kasih-karena-mengalahkan-goblin. Ini-hadiah. Jika-melakukan-lebih banyak, aku-berikan-lebih-banyak.]

“Inti dungeon... ? Oi, apakah ini adalah Dungeon?”

“Eh, tidak, tempat ini dipanggil [Ordinary Cave].”

“Ah, tunggu dulu bos! Saat aku menjadi seorang petualang, aku mendengar sebuah dungeon yang dinamai [Ordinary Cave]!”

“Apakah itu benar Johnny?!”

Bos bandit itu terkejut.

Ada sesuatu yang bersinar di tanah, dan kehangatannya terasa nikmat saat kau meletakkan kakimu diatasnya. Mungkinkah, itu adalah inti dungeon?

Dia tidak pernah dengar inti dungeon bisa diajak bicara, tapi surat ini dari inti dungeon. Untuk menganggap bahwa ini adalah trik seseorang... tak ada laporan penyusup bahkan walau ada orang yang berjaga, dan ada sebuah helm baja yang tidak bisa disiapkan oleh siapapun.

Dan menurut surat itu, helm baja akan diberikan apabila timnya mengalahkan goblin. Mungkin itu adalah goblin-goblin yang berada di dekat inti dungeon yang ia bunuh saat ia masuk ke dalam gua. Untuk bos bandit, 5 goblin adalah hal yang mudah. Untuk mendapatkan helm baja hanya karena mengalahkan lawan yang mudah...

“Oi oi apa kau ini serius... ? Jadi akhirnya nasibku telah berubah... !”

Cerita tentang dungeon sangat terkenal. Ada dungeon yang disebut [White Labyrinth/Labirin Putih] di ibukota kerajaan.

Tidak, ibukota kerajaan dibuat di lokasi dungeon itu berada.

Dan untuk dungeon, tentu saja ada monsternya, tapi tempat itu memproduksi berbagai harta karun, seperti armor magic. Dan ini adalah dungeon. Namun tidak ada satupun monster sejauh ini. Bahkan jikalau ada, hanya ada lima goblin yang datang kemari. Dan harta karun ini. Helm baja ini.

“Sepertinya aku memuaskan dungeon ini.”

Bos bandit menyeringai.

Dungeon memproduksi harta karun untuk orang yang memuaskannya... Dengan kata lain, hal itu sama seperti memegang kekayaan yang tak terbatas.

[Jika kau melakukan lebih banyak, aku akan memberikan lebih banyak.]

Saat kau memikirkannya, mayat para goblin itu menghilang sebelum mereka menyadarinya. Mereka pikir beberapa teman mereka yang membersihkannya.

Jadi, dengan kata lain, itu adalah sesuatu yang seperti itu.

Kotak yang menyimpan helm baja tadi juga menghilang.

*

“Kenapaaaaaaaaaa!! Dia-! Kenapa-! Kenapa kita memberikan sesuatu kepada orang itu-!?”

Loli berambut pirang sedang menggeliat.

[Pena dan Tinta] seharga 5 DP, [Kotak Kayu] seharga 5 DP, dan [Helm Baja Berkualitas Tinggi] seharga 170 DP. Menghabiskan semua DP milikku, aku bangkrut ke 0 DP.

Aku menggunakan semua DP-ku untuk memberikan [Hadiah] kepada bos bandit.

“Kenapa!? Kita kan bisa memunculkan goblin!”

“Dan mati saat mereka gagal? Hahaha, maaf. Aku masih belum mau mati. Aku ingin tidur.”

“J-jadi karena itu, kau... seorang, seorang pengkhianat!”

“Kita sudah mendapatkan sedikit waktu sekarang. Kita akan segera membantai mereka, jadi tenanglah.”

“Eh?”

Mungkin karena ia terkejut mendengar kata membantai keluar dari mulutku, tapi Rokuko membuat wajah yang bodoh.

“Kenapa? Kau, kau adalah manusia, bukankah kau memberi mereka hadiah karena mau membantu mereka?”

“Hah? Aku hanya ingin aman di tempat tidurku. Meski begitu, kenapa aku harus membiarkan orang-orang berbahaya seperti bandit untuk hidup?”

“Eeh...Ka-kalau begitu, bukankah kau seharusnya ragu-ragu membunuh orang dari ras yang sama?”

“Entahlah. Aku hanya ingin tidur. Lagipula, bukan berarti akulah yang akan membunuh mereka secara langsung... Ah, sejak tidak ada lagi yang harus kulakukan pada hari ini aku akan tidur. Baiklah, selamat malam.”

Aku mengeluarkan futon dan berbaring.

“T-t-tunggu dulu! Tolong jelasin sedikit lagi dong!”

“Tidak ada cara lain , huh... kalau begitu aku akan menjelaskan lebih banyak lagi. Besok. Selamat malam.”

“J-jangan tid-!?...!

Saat aku mulai tertidur, aku mendengar suara Rokuko mulai menghilang.

Sepertinya perintah dari hari pertama masih berlaku. Selamat malam

loading...