Saturday, 10 September 2016

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Prologue


Translator: Ernesta Yuki
Editor: Kirz

Prolog - Kelahiran

Aku hanyut dalam ketenangan, tempat yang hangat dengan cahaya putih nan terang.

Aku hampir bisa merasakan otak ku meleleh karena semua ketentraman dan ketenangan ini, tidak lama kemudian, aku ingat sesuatu.

"Oh, Iya...Aku...mengalami kecelakaan"

Aku akhirnya bisa mengambil cuti dari pekerjaanku setelah sekian lama. Ketika aku bilang sekian lama, yang ku maksud itu beneran lama banget, kurang lebih dari 8 bulan yang lalu. Aku mengancam atasan ku hingga dia menangis, aku bilang aku akan bunuh diri dan menghantuinya di samping tempat tidurnya setiap malam jika dia tidak membiarkanku mengambil cuti. Jadi, aku pergi berlibur untuk menyegarkan pikiranku.

Lalu aku mengalami kecelakaan. Hal terakhir yang hampir aku tidak bisa ingat itu kalau aku mengemudi di sepanjang punggung bukit di kala hujan gerimis sebelum akhirnya ban mobilku tergelincir dan menabrak pagar pembatas. Besok aku harus tiba di kota seberang jika aku ingin memanfaatkan dengan benar periode cutiku ini. Jadi Aku memaksakan diriku menerjang hujan dikala gelapnya malam hari, agar liburanku ini dapat terencana dengan baik.

Aku tau ini aneh. Aku memang idiot sih.

Sekarang pertanyaannya, apa aku ini beneran mati, atau aku saat ini sedang mengalami gejala 'vegetative state'...?

(Editor Note: Vegetative state - goo.gl/HE4klz)

"Aku bisa bicara..."

Aku bisa mendengar suaraku sendiri menggema seperti cahaya yang tak berujung. Jika aku bisa bicara, maka apakah itu berarti aku masih hidup? Lalu apa benar aku sedang mengalami gejala 'vegetative state'?

Nah, kalau itu memang benar, aku tidak akan bisa berpikir, kan? Aku ingat kalau ketika kita sedang mengalami gejala 'vegetative state', kamu tidak akan bisa berpikir dan nyaris tidak bisa bernafas, dan semua gelombang otakmu juga datar. Yah, Aku gak tau sih itu benar atau enggak.

(Editor Note: gelombang otak yang dimaksud itu, gelombang otak yang ada sering ada di CT Scan di rumah sakit, googling aja untuk info lebih jelasnya xD..)

Lalu, tempat apa ini?

Tenang, diriku. Tenang. Perumpamaan saja bagaimana kalau aku beneran mati atau dalam keadaan 'vegetative', Aku tetaplah diriku....Tidak ada yang perlu di khawat.....

Hm?

Huh?

Hmmmmmm?

"Siapa...Aku?"

Hey guys, inilah aku. Sudah lumayan lama sejak terakhir kali aku memikirkan tentang siapa diriku ini, jadi aku memutuskan untuk berhenti memikirkan ini. Yaah, emangnya aku bisa berbuat apa?

Aku masih ingat momen saat aku terlibat kecelakaan dan hal-hal yang ada kaitannya dengan itu, tapi aku tidak bisa mengingat hal lainnya! Aku tidak bisa mengingat namaku sendiri, nama keluargaku, atau pun nama pujaan hatiku.

Oh, tentang hal percintaan...Aku ingat dia berada di dalam PC, tapi tidak ada cara seseorang untuk dapat masuk ke dalam PC, jadi mungkin kenanganku agak campur aduk.

(TL Note : Sadarlah....Waifumu itu 2D mas....)
(Editor Note: Kayaknya dia udah lupa kalau ada yang namanya gadis didalam PC)

Tapi aku masih bisa mengingat apapun selama itu tidak ada hubungannya dengan indentitas seseorang. Ya bisa dibilang, aku masih ingat tentang matematika, dari contoh yang simpel seperti 1+1=2, sampai tingkat matematika untuk anak SMA.

Aku agak terkejut karena aku hampir tidak bisa mengingat bahasa Inggris, tapi aku benar-benar fasih berbahasa Russia. Aku juga ingat dari hal paling umum, sampai pengetahuan tingkat ahli dalam bidang tertentu. Sepertinya aku seorang peneliti, atau mungkin sesuatu yang berhubungan dengan itu. Yah, semua itu gak penting sih sekarang...

Tapi normalnya, kamu pasti akan sedih kalau kamu tidak bisa ingat namamu sendiri bahkan keluargamu sendiri. Parah amat kan nasibku, tapi anehnya aku benar-benar tak merasakan seperti itu. Aku bener-bener bersyukur, aku juga gak pernah merasakan resah atau apa gitu, jadi aku tetap merasa nyaman aja sama hidupku ini setiap hari.

"Sial! Jangan lagi!!"

Aku melamun seperti biasanya, kemudian tiba-tiba sekelilingku bergetar. Setelah beberapa lama berada di tempat ini, aku belajar bahwa tempat ini akan berguncang pada interval waktu yang acak. Pada awalnya, getarannya begitu lemah hingga aku hampir gak bisa bilang, 'apakah itu sedang bergetar atau tidak', tapi belakangan ini jadi tambah buruk. Getaran ini akan berhenti setelah beberapa saat, tapi belakangan ini aku merasa kalau getaran ini menjadi semakin sering terjadi.

"Jangan bilang kalau tempat ini mulai runtuh?!"

Aku khawatir akan kata-kataku yang langsung ke inti permasalahan seperti itu. Tidak, Aku gak ingin pergi...Aku tidak ingin meninggalkan tempat yang nyaman ini! Disaat yang bersamaan, Aku juga merasakan diriku telah menyerah akan semua ini...Kupikir ini akhir khayatku, rasanya begitu singkat namun begitu lama...

"Yah. Untuk orang idiot sepertiku, istirahat yang mewah seperti ini lebih dari cukup..."

Setelah aku mengatakan itu, cahaya terang menjadi lebih cerah, aku tenggelam dalam cahaya yang sangat terang dan aku gak bisa menahan agar mataku tetap terbuka.

Kupikir...inilah akhirnya...

Kemudian mataku terbuka.

"Selamat! Dia bayi laki-laki yang sehat!"

Kisah ini baru saja dimulai!!

loading...