Wednesday, 28 September 2016

Isekai ni Tensei Shitandakedo Ore, Tensai tte Kanchigai Saretenai? Chapter 3 Bahasa Indonesia


Translator: Ernesta Yuki
Editor: Ise-kun

Chapter 03 - Saat Ini

Seperti yang kukatakan sebelumnya, ada banyak hal yang terjadi sampai sekarang. Itu sebabnya aku menjelaskan sejarahnya terlebih dahulu. Kesampingkan semua sejarah, ibuku benar-benar menakjubkan. Dia menciptakan teori baru berdasarkan coretanku, dan menyelesaikan-nya. Kemudian ibu mendapat ide dari gambaran Powered Suits ku, dan menggunakannya untuk menciptakan model baru dari reaktor fusi nuklir. Ibu juga merancang model pesawat baru, dan dia benar-benar mahir di berbagai bidang studi.

Akhir-akhir ini, aku telah mendengar rumor kalau orang-orang mulai menyebutnya "Ibu dari Inovasi", tetapi hal yang paling mengejutkan adalah, meski dengan semua pencapaian besarnya, ibu pada dasarnya selalu ada dirumah. Sebaliknya, ayah jarang dirumah. Terakhir kali aku melihatnya, ayah berkata kalau dia akan ke Afrika. Dia seharusnya belajar sedikit dari ibu dan tinggal dirumah sedikit lebih lama. Sebelumnya, aku sempat bertanya pada ibu.

"Papah benar-benar jarang berada di rumah ya 'Mah?"

Dia hanya menunjukkan senyum pahit untuk pertanyaanku. Kalau begini terus, kalian berdua bisa berakhir cerai cepat atau lambat 'tau?

Oh yah, hari ini ibu sedang tidak ada di rumah juga. Kayaknya dia pernah mengatakan sesuatu tentang pertemuan penting, tapi aku begitu mengantuk dan tidak terlalu mendengarkan, aku minta maaf.

Man, Aku sama sekali tidak ada kerjaan disini... Karena kami semua tidak ada yang tau kapan tepatnya ayah pulang, jadi semacam aturan rumah kalau seseorang selalu harus berada dirumah.

Terus terang, itu cukup mengganggu, semenjak ibu tidak ada di rumah, aku satu-satunya yang harus tinggal di rumah.

Yah, lagian aku juga nggak punya teman ini, jadi aku tidak keberatan...

Aku tidak keberatan.

.

.

.

.

.

Ah, sekarang aku ingin menangis.

Nah, sekarang aku sudah selesai membersihkan sekitaran rumah, mungkin aku harus mencoba menyingkirkan tanaman liar di kebun sesekali?

Karena kebun kami cukup besar, jika kami tidak menyingkirkan tanaman liar tiap saat, mereka akan segera tumbuh dalam waktu singkat. Suatu hari, aku melihat panduan untuk membuat herbisida ringan dan mencoba untuk membuatnya sendiri, tetapi malah berakhir membunuh semua tanaman, dan jadi cukup kacau. Setelah itu, aku hanya menyingkirkan tanaman liar dengan tangan ku. Ibu jadinya harus menghubungi layanan perkebunan, dan tanah di seluruh taman ini perlu diganti. Aku percaya itu adalah pertama kalinya ayah marah padaku.
(https://id.wikipedia.org/wiki/Herbisida)

"Aku tahu kalau kamu berbakat, jadi tolong berhenti memamerkannya disekitar rumah kita!" (Ayah)

Itu yang dia katakan padaku. Berbakat katanya? Aku yakin kata-kata itu hanyalah semacam sarkas yang mengatakan kalau aku selalu gagal! Dasar gorila macho bajingan, Aku akan menaruh obat cuci perut dalam makanannya untuk membalasnya ketika dia pulang dan ibu sedang tidak ada disekitar.

Yah, kebun kami memang besar. Dan maksudku BESAR. Untuk referensimu, ini tentang ukuran rumah seorang bangsawan samurai yang biasanya kamu lihat di film-film. Begitu pula dengan rumah kami, dan semua itu adalah karena penghasilan ibu luar biasa banyaknya. Tidak heran, karena dia memiliki lebih dari 200 hak paten, berbagai lembaga penelitian akan datang meminta-minta dengan menyedihkannya untuk agar nama ibu tercatat di dalam daftar mereka. Dengan hanya memiliki nama ibu dalam tim penelitian mereka, itu akan meningkatkan kekayaan bersih mereka hingga 3 kali lipat, jadi nggak heran mereka akan melakukan itu. Sebaliknya, pendapatan ayah sebenarnya cukup dipertanyakan, dan ketika aku menanyakan hal itu, ibu menjawab seperti ini.

"Papah tidak menghasilkan banyak uang, tapi dia bekerja di PBB untuk membantu banyak Orang"
(Note: PBB = https://id.wikipedia.org/wiki/Perserikatan_Bangsa-Bangsa)

Sesuatu seperti itu... Ibu terlalu baik baik... aku jadi meneteskan air mata! Sial, ibu terlalu baik untuk bajingan macho itu. Karena kita sedang berbicara tentang si macho itu, dia mungkin hanya melakukan beberapa pekerjaan berat, seperti membawa bagasi atau semacamnya. Dan ketika dia mengatakan dia akan ke Afrika aku kira dia dipekerjakan sebagai perisai daging VIP.

Oh, Sepertinya aku terlalu banyak bicara, jadi mari kita kembali ke penyingkiran tanaman liar. Oh iya, aku mau coba Powered Work-Suit yang ku buat bersama-sama dengan ibu waktu itu.

Hari ini, Powered Suit juga sudah biasa digunakan dalam pekerjaan umum rumah tangga. Tentu saja hal itu buatan ibu ku, dengan tujuan all-in-one. Benar-benar terobosan yang bagus, Kau bahkan dapat melakukan beberapa tugas rumit, bahkan memasak dengan setelan yang masih menyala.

Ibu mungkin membuat prototipe ini karena dia ingin memperkenalkan kepada publik kalau Powered Suits dapat digunakan oleh siapa saja untuk melakukan apapun. Oke, itu cocok padaku.

Tanaman liar, Apakah kau siap?

"Pipipi! Pipipi!"

Sementara aku sedang asik bekerja, panggilan masuk ke terminal pribadiku.

Oh, ini dari ibu.

"Ko, Kou-chan...... apa yang sedang kamu lakukan sekarang?"

Ibu bertanya padaku dengan nada khawatir. Aku menjawab jujur kalau aku sedang menyingkirkan tanaman liar.

"O, oke. Ibu pikir kamu sudah cukup tanaman liarnya, jadi sekarang kamu bisa kembali ke dalam rumah dan menonton TV sebagai gantinya. Aku pikir dokumenter alam favorit mu sedang tayang hari ini.

Serius!? Alam dunia ini berbeda dibandingkan dengan dunia aku tinggal sebelumnya, karena beberapa hewan yang punah di duniaku, masih hidup. Aku suka binatang, dan mungkin karena perbedaan di alam, ada juga hewan yang tidak ku kenali. Aku suka program TV dokumenter yang membuat laporan khusus tentang hewan-hewan, dan aku selalu menyaksikan hal itu sejak aku masih kecil. Jadi ibu memberitahuku untuk berhenti melakukan tugas-tugas rumah, dan menonton yang sebagai gantinya. Seperti yang diharapkan dari ibu yang baik hatinya.

Aku berterima kasih kepada ibu ku dan menutup panggilan. Aku mau masuk ke dalam rumah untuk menaruh Powered Suits, ketika aku melihat sesuatu di sudut taman.

Ada burung aneh di sana... aku mencoba untuk lebih dekat sehinga aku bisa melihat lebih jelas, tapi burung itu langsung terbang. Aku menjadi sedikit kecewa, dan kembali ke rumah.

-Sudut Pandang Louis Coleman-

Sepertinya ini sudah 4 tahun sejak aku... Maksudku KAMI, ditugaskan untuk misi menjaga dan memantau anak komandan. Semuanya dimulai karena sebuah insiden yang disebabkan oleh anaknya. Dia melepaskan Defoliant yang sangat beracun buatannya sendiri, hanya karena dia tidak suka tanaman liar di kebun. Dan parahnya lagi, dia membuatnya hanya dari bahan-bahan yang bisa diperoleh dengan mudah di Home Depot.
(Note: Defoliant = Zat yang mematikan tumbuhan, Home Depo = semacam deposit rumah atau gudang gitu)

Istrinya menghubungi komandan begitu dia melihat apa yang terjadi. Dan komandan langsung memanggil pengiriman skuad yang dilengkapi dengan peralatan anti-biokimia. Pada awalnya, kami menertawakannya, "Apa dia tidak bisa memikirkan alasan yang lebih baik untuk latihan kejutan?"

Kami semua berjalan pergi di kendaraan penyamaran kami yang terlihat seperti truk dari jasa tukang kebun umum, dan ketika kami tiba, apa yang kami lihat adalah neraka. Padahal hanya beberapa jam yang lalu ketika dia menyebar defoliant, tetapi seluruh tanah kebun telah berubah menjadi coklat. Kami menggunakan detektor untuk mengukur tingkat kontaminasi. Kontaminasinya begitu tebal dimana orang normal akan mati dalam hitungan detik jika mereka berada di tengah-tengah kontaminasi. Meskipun begitu, wajah yang anak itu buat, itu seperti anak kecil yang tertangkap basah melakukan gurauan.

Apakah kau mengerti apa yang aku coba katakan?

Anak sekecil itu, dapat membuat senjata yang mampu menghancurkan seluruh kota, dan bersedia untuk menggunakannya tanpa tagu jika dia berniat begitu...

Kasus ini dilaporkan ke petinggi PBB oleh komandan, tapi kemudian dihapus, mungkin karena pertimbangan beberapa hal politik yang rumit. Tapi kami diberi misi, yaitu untuk memantaunya, memastikan insiden semacam itu tidak akan terjadi lagi. Tentu saja, pada pengumuman resmi, kami ditugaskan untuk menjaga istri komandan, "Ibu dari Fisika Kuantum Baru", Arakawa Miki.

Anak itu, saat ini sedang ada di taman. Sepertinya dia akan menyingkirkan tanaman liar. Terakhir kali, dia dimarahi habis-habisan oleh komandan karena penggunaan bahan kimia, dan sekarang, dia menyingkirkan tanaman liar dengan tangannya sendri.

Jadi hari ini...

Aku pikir dia hanya akan melakukannya dengan cara biasa... Atau mungkin begitu...

Tiba-tiba dia muncul dari dalam penyimpanan, sepenuhnya dilengkapi dengan Powered Suits. Jika hanya Powered Suits normal, aku tidak akan memikirkannya. Didukung Powered Suits kerja yang biasa digunakan untuk tugas-tugas rumah tangga. Tapi yang dia gunakan ini...

"...Generasi ke 6 Powered Suits Tujuan Militer..."

Aku merasa mual. Ini adalah mesin yang benar-benar ditujukan untuk perang, mampu menghancurkan sebuah tank  dengan satu pukulan, memberikan penggunanya perlindungan penuh terhadap rudal, dan mampu melawan frontal dengan batalion bersenjata penuh. Hal ini bukan sesuatu yang harus digunakan untuk menyingkirkan tanaman liar.

Pertama-tama, kenapa hal berbahaya semacam itu ada di rumah warga sipil?

Aku tahu kalau keluarga ini tidak normal, tetapi hal semacam itu tidak seharusnya keluar dari fasilitas penelitian. Aku segera memanggil komandan...

Ini bukan sesuatu yang bisa kutangani sendiri.

"Komandan... Ini aku"

Aku menelepon komandan dengan suara lemah. Saluran komunikasi diisi oleh kebisingan sejenak, kemudian aku mendengar suara sang komandan.

"Yo? Ada apa?"

Aku bisa mendengar komandan menjawab dengan nada cerah... itu benar, aku yakin betul dia sedang berlibur, dengan dalih mengawal beberapa VIP di Afrika.

"Anak mu sedang menyingkirkan tanaman liar di kebun. Dengan Powered Suits."

Kemudian komandan berkata "Terus kenapa?" sembari tertawa. Di atas semua itu, dia terus membual tentang "Anak ku ini, Anak ku itu". Mari kita lihat apakah dia bisa tetap menempatkan modus ayah konyol-nya itu setelah dia mendengar ini...

"Dia mengenakan Suit militer untuk melakukannya. Tepatnya, yang dia pakai itu adalah prototipe generasi ke 6 Tujuan Miiter Powered Suits."

Saat aku mengatakan itu, komandan berhenti tertawa. Kemudian dia menutup panggilan, mengataan dia akan menghubungi istrinya. Dia juga memerintahkanku untuk menghentikan anaknya saat dia hendak pergi ke kota, dengan semua biaya. Ada apa dengan pemikirannya, memberitahuku untuk menghentikannya sendiri? Dalam menghadapi mesin perang, dengan body yang terbuat dari daging dan tulang, apa yang bisa aku lakukan untuk menghentian monster itu?

Saat aku sedang putus asa memikirkan itu, anak itu melepas Suitsnya. Sepertinya dia mendapat telepon dari ibunya. Saat dia sedang berjalan ke dalam rumah, tiba-tiba dia berhenti. Lalu...

Dia menatap tepat ke arah ku.

Detak jantungku hampir berhenti karena ketakutan.

Dia biasanya bertindak seolah-olah dia seorang anak yang baik, taat kepada ibunya. Tapi tidak salah lagi kalau dia adalah tipe orang yang akan menggunakan senjata berbahaya di kebunnya sendiri tanpa berpikir dua kali. Apa yang akan orang tersebut lakukan pada seorang yang menggaggunya?

Apa aku akan mati di sini?

Tidak, aku menggunakan kamuflase baju optik, jadi aku tidak bisa dilihat hanya dengan mata telanjang. Tidak mungkin dia bisa melihat ku.

Di tempat pertama, tidak mungkin dia bisa tahu kalau aku yang melaporkannya ke komandan.

Tapi bisakan aku benar-benar yakin tentang itu? Aku tidak berpikir begitu, tapi...

Aku bisa merasakan mual di dalam perut ku, karena aku men-brainstroming (Brainstroming adalah teknik kreativitas yang mengupayakan pencarian penyelesaian dari suatu masalah tertentu dengan mengumpulkan gagasan secara spontan dari anggota kelompok.) pikiranku keluar dari tindakan terbaik yang harus aku ambil.

Saat itu, anak itu semakin mendekat ke arah ku.

Hidupku berakhir sudah...

Aku pasrah.

Tapi segera setelah itu, tidak ada yang terjadi saat aku perlahan-lahan membuka mataku.

Anak itu masuk ke rumah dengan kepala tertunduk.

Aku selamat, dadaku berdebar keras karena takut, meskipun aku bahkan tidak berdiri di garis depan perang.

Dia mungkin mencoba untuk mengintimidasiku. Tapi, aku ketakutan dengan menyedihkannya. Mengabaikan semua yang telah aku lakukan untuk menjadi anggota Angkatan Khusus PBB...

Anak itu mungkin punya pemikiran seperti ini.

"Untuk seseorang yang berkemampuan seperti mu, hanya itu yang kau punya?"

Tapi aku tidak peduli.

Untuk saat ini, aku akan terus menghargai perasaan hidup, ketika aku memandang ke langit yang cerah mengganggu.

loading...