Friday, 23 September 2016

Death March kara Hajimaru Isekai Kyusoukyoku Chapter 4 Bahasa Indonesia


Translator: Lord D
Editor: Ise-kun

Chapter 4: Abandoned Village, Skill and Lost Child

"Halo, Suzuki di sini. Sepi sekali disini, kurasa aku bisa mati karena perasaan kesepian.”

Aku benar-benar, menginginkan teman seperjalanan.
Setelah mencapai jalan raya, aku tersesat pada saat mengiktu rute; sudah 7 hari berlalu semenjak saat itu dan daku masih belum mencapai tempat tinggal manusia.

Ngomong-ngomong, entah kenapa aku bisa mendapatkan skill-skill ini: [Sprint], [Dimensional Maneuver], [Jump], [Sing], [Camping], dan [Washing].
Tetapi, semua skill tersebut masih tetap memiliki warna abu-abu karena aku belum melakukan alokasi point kepada mereka.

Aku sepertinya mendapatkan [Sprint] [3D maneuver] dan [Jump] setelah hujan meteor kedua, tapi tidak menyadarinya karena kebingungan.

Pada saat aku sedang bermain-main dengan senapan, peta sedikit menghalangi pandangan sehingga aku mengubahnya dan log menjadi icon, lalu aku menyadari sesuatu. Dari log tertulis sebuah tempat seperti kasur dan kanopi tapi...
Bukankah itu sebuah perkemahan? Aku membalas diriku sendiri.




Pada hari ke-8, akhirnya aku menemukan suatu tempat yang sepertinya adalah desa dengan menggunakan peluasan daerah di map.
Aku berlari ke arah desa. Tetapi tidak ada keberadaan seseorang di sana menurut peta. Apakah mereka sedang mengungsi atau terhancurkan. Tidak, mereka seharusnya kembali kalau mereka sedang mengungsi, soalnya satu minggu telah terlewat.

Tak perlu waktu lama bagiku aku mencapai sebuah jalan bercabang yang mengarah ke desa.

Di sana berdiri sebuah tongkat penunjuk jalan yang dibuat dengan kasar berada di pinggir jalan. Sebuah tongkat yang dibuat dari kayu dengan tinggi 1.5 meter ditancapkan di tanah. Arah tujuannya ditulis dengan sesuatu yang mirip tinta.

"Tidak bisa kubaca..."

Sesuatu tertulis di sana, tapi aku sama sekali tidak dapat membacanya sama sekali. Setidaknya, aku tahu kalau bahasa yang dipakai berbeda dengan bahasa manapun dari dunia nyata. Bahkan rasanya terlihat seperti semacam tulisan buatan dari sebuah game.

Aku tetap memaksimalkan tingkat pembesaran pada peta, menunjukan area yang luas.
Sementara aku merasa kesal karena tidak bisa membaca petunjuk jalan yang sudah kutunggu-tunggu, aku menekan jalan bercabang di dalam peta. Sebenarnya tidak ada maksud tertentu dari tindakan ini, tapi sepertinya apa yang aku lakukan ini benar.

"'Selamat datang di Desa Enikei’, ‘Kota Seryu 32Km’, ‘Sampai Kazo Kingdom 205Km’; Aku bisa membacanya! ...Atau lebih tepatnya, ini tertulis dalam Bahasa Jepang!”

Pop up muncul memenuhi di atas peta, semuanaya ditulis dalam Bahasa Jepang. Apakah ini efek dari All Map Exploration? Bersorak untuk opportunism.

Untuk saat ini. Sepertinya Kota Seryuu adalah yang paling dekat dari sini, namun sepertinya itu adalah kota yang biasa.

Setelah semua ini, mari kita pergi ke desa terlebih dahulu. Aku tahu tidak ada siapapun di sana, tapi aku merasa seperti ada yang kurang kalau tetap jalan terus.
Mungkin di sana akan terdapat beberapa quest tersembunyi! Jika ini adalah mimpiku, pasti ada satu!!

Desa langsung terlihat di sisi lain dari ladang hanya dalam waktu lima menit. Diantara jalan yang sempit terhampar ladang yang terlihat seperti sudah ditinggalkan selama sekitar satu tahun. Sebuah ladang yang dipenuhi rumput liar.

Bahkan dari kejauhan, aku dapat mengetahui kalau banyak rumah yang sepertinya pernah terbakar. Semua rumah memiliki satu kesamaan; bagian atap terbakar habis.

Dilihat dari posisiku sepertinya adalah suatu keadaan dimana “Sebuah Desa ditinggalkan setelah serangan dari para Dragons”.

Tidak ada tulang yang berserakan, tapi ada banyak sekali benda seperti keranjang panen, cangkul kayu dan berbagai peralatan bertani yang dibiarkan berserakan seolah mereka pergi dengan terburu-buru.

Sambil memandang ke arah alat-alat yang berserakan, meskipun rasanya berlebihan untuk memanggilnya sebagai pencerahan, aku memiliki sedikit ide.

"Jika aku mendapatkan skill washing dengan mencuci pakaian. Mungkin aku akan mendapatkan sesuatu jika menggali di sebuah tanah pertanian?”

Aku mengambil cangku lalu menggali tanah pertanian dengan menggunakannya.

>[Cultivation Skill Didapatkan]
>[Farming Skill Didapatkan]

Seperti yang sudah kuduga aku bisa mendatkan skill tersebut. Meski aku tidak menduga cultivation juga akan muncul.
Untuk menjadi lebih baik, aku akan mencoba banyak hal lainnya.

Secara tiba-tiba, aku menarik sesuatu yang berada di antara rerumputan liar.

>[Harvest Skill Didapatkan]

Menyenangkan juga.
Meskipun begitu, easy mode, eh?
Ngomong-ngomong, sayuran macam apa ini? Apakah ini bayam, komatsuna? <TLN: Cari di Wikipedia ya.>
Aku memandanginya dari AR message mengatakan “Hisaya Grass, sayuran daun. Jarang dimakan mentah, biasanya diproses terlebih dahulu menjadi bumbu atau diasamkan.” muncul di atas sayuran tersebut.

Yup, ini benar-benar memudahkan. Sepertinya ini memiliki fungsi yang berbeda daripada map search.

Secara tidak sengaja, aku mencoba untuk menarik rumput liar.

>[Weeding Skill Didapatkan]

Aku tidak memotongnya, aku hanya mencabutnya.

Aku menuju suatu tempat yang sepertinya adalah penahan angin dengan bentuk seperti pagar, aku mengeluarkan sebuah kapak lalu menebang sebuah pohon yang sepertinya cocok.

>[Lumbering Skill Didapatkan]

Aku ingin tahu apa berikutnya? Rasanya aku ingin mencoba beberapa hal.
Aku menulis sebuah formula matematika di tanah menggunakan cangkul.
『1+1=2』, baiklah.

>[Arithmetic Skill Didapatkan]

Fumu, kalau begitu coba ini 『E=mc²』

>[Lost Knowledge Skill Didapatkan]

Teori relativitas yang terkenal termasuk pengetahuan yang hilang?
Aku lebih ingin mendapatkan skill terbang atau semacamnya...

Kali ini aku menulis beberapa huruf acak dengan menggunakan Bahasa Jepang.
<TLN: Henohenomoheji adalah adalah permainan Jepang menggambar wajah orang dengan hanya menggunakan 7 aksara hiragana: he (へ), no (の), he (へ), no (の), mo (も), he (へ), dan ji (じ).>

>[Painting Skill Didapatkan]

Para pelukis pasti akan marah.
Berikutnya aku menulis ○× secara bergantian yang membuatnya terlihat seperti permainan anak-anak.

>[Game Skill Didapatkan]

Apakah apapun itu tidak apa-apa?

Aku mencoba hal lainnya secara satu persatu. Aku mencoba untuk mencukur kayu dengan pisau sampai berntuknya berubah menjadi tongkat.

>[Carpenter Skill Didapatkan]
>[Weapon Creation Skill Didapatkan]

Ditambah lagi, aku kemudian membungkus tongkat tersebut dengan sebuah kulit yang kukeluarkan dari storage.

>[Leather Craft Skill Didapatkan]

Menciptakan sebuah sapu sementara aku membersihkan hal yang ada di bawah kakiku.

>[Cleaning Skill Didapatkan]

Aku kehabisan bahan. Pada saat aku mencoba untuk menemukan lebih banyak aku menemukan sebuah pemakaman dengan sebuah dewa lokal berada di sana.
Karena aku terlahir di desa, secara tidak sadar aku mengatupkan tangan seperti saat dengan berdoa untuk nenekku.
Aku mempersembahkan beberapa ayam dan menuangkan secangkir sake.

>[Prayer Skill Didapatkan]
>[Title: Devout Believer Didapatkan]

Umu, aku tidak berniat untuk mendapatkan sebuah skill tapi...

Aku sudah kehabisan bahan, aku mulai lelah dengan mendapatkan skill, mari meninggalkan desa.
Matahari sudah terbenam pada saat aku pergi ke jalan raya.
Aku berjalan ke arah Kota Seryuu, menurut penunjuk jalan. Setelah membiasakan mataku dengan cahaya bulan, di dalam kegelapan, aku beralari di tengah jalan raya.

Pada saat fajar menjelang, map dengan area luas menunjukan seluruh penjuru Kota Seryuu. Tentu saja, tidak seperti Desa Enikei tempat ini memiliki banyak orang.
<TLN:Apa? Jaraknya cuman 30km dan kau juga memiliki kecepatan yang diperkuat lho...>

"Akhirnya, akhirnya sebuah peradaban~~~"

Aku menangis sambil gemeteran dengan harapan untuk akhirnya berbicara dengan orang.

.... Ini benar-benar sebuah mimpi yang panjang. Tidakkah kau berpikir hal yang sama?

loading...