Sunday, 11 September 2016

Death March kara Hajimaru Isekai Kyusoukyoku Chapter 1 Bahasa Indonesia


Translator: Lord D
Editor: Kirz

Chapter 1: Cataclysm Begin Through Death March 

Bintang berjatuhan
Begitu banyaknya.
Sepintas terlihat lalu menghilang begitu saja.
Ketika orang-orang melihat pemandangan indah semacam ini, masing-masing dari mereka akan mengucapkan harapan dari lubuk hati mereka masing-masing.

Tapi bagaimana jika langit itu dipenuhi dengan hujan meteor yang membelah langit?
Disertai raungan yang menggelegar, massa yang jatuh ke bumi dengan kecepatan yang amat luar biasa.

Mungkin masih ada orang yang menikmatinya untuk dilihat dari TV atau sebuah video site... tapi tak akan ada satu pun yang akan mau melihat hujan semacam ini dari dekat.

Ya, saat ini, tepat di depan kedua bola mataku ratusan meteorit sedang berjatuhan.

Tidak.

Seharusnya aku tidak mengatakan hal semacam itu, itu adalah urusan orang lain. Bencana ini tak salah lagi adalah kesalahanku.

Dikarenakan oleh pilihan yang kubuat tanpa berpikir panjang, sekitar sepuluh menit yang lalu meteorit itu telah melubangi bumi. Menabrak bumi di jarak puluhan kilometer jauhnya, menghancurkan [musuh] yang ada di sana. Dari sudut pandangku, tanda titik merah di radar menghilang bersamaan dengan nyawa mereka.

Dan kemudian, beberapa saat setelah meteorit menghilang ke dalam bumi, sebuah suara yang bisa dibilang terlambat kedengarannya akhirnya terdengar juga dan menggetarkan tanah.

Sebelum ombak pasir itu merangkak-rangkak di atas tanah…

Secara tiba-tiba, aku diserang oleh rasa sakit yang teramat sangat, sesuatu yang terasa seperti hukuman sorgawi.

Kepalaku terasa seperti terbelah.

Seolah tubuhku terasa dicabik-cabik dan dibiarkan berceceran.

Langsung setelah kesadaranku berpisah dari rasa sakit, tubuhku disapu oleh ombak pasir.




Mari kita tengok ke belakang sebentar.

Saat hari libur aku bekerja untuk menyelesaikan projek ku yang masih banyak yang tertunda. Bisa dibilang projek dari suatu game browser smartphone dan PC dari sebuah perusahaan besar, yang mengirimkan programmer dari luar, yang telah di kontrak untuk menyelesaikannya.

Bahkan perusahaan gelap saja tidak biasanya memberikan dua projek kepada satu orang. Dan sekarang programmer junior yang bekerja untuk projek ini menghilang pada saat game akan rilis, meninggalkan banyak sekali bug dan juga perubahan spesifikasi! Ampas banget!

Bekerja di tempat yang tingkat pengunduran dirinya tinggi itu, programmer yang cuma bertahan itu cuma si junior dan aku. Tanpa memiliki cara untuk mengatasi situasi ini, aku dipaksa untuk tidak hanya mengatur projekku, tapi juga mengurusi projek juniorku yang hancur.

"Oke sekarang, selesaikan semua perintah dalam bentuk class, perintah Input/Output dan sisipkan komentar
(Editor Note: catatan di samping codenya tentang penjelasan perintah itu fungsinya apaan nanti),
sisanya buatkan 'auto dokumentasi source code' nya, relasi diagram dan kalau bisa beneran ga ada bug lagi".

Aku mengistirahatkan leher ku beberapa saat.
Memperhatikan sekitarku, kantor masih ramai seperti biasanya meskipun sudah hari libur. Tetanggaku, seseorang yang disewa dari luar yang bertanggung jawab untuk debugging, sedang bergumam sambil bekerja, bahkan tidak ada yang berani mengalihkan perhatian mereka. Tidak ada waktu untuk melakukan hal itu. 'Surrounding Designer' dan 'Planners' bekerja begitu tenang dengan tatapan yang begitu kosong, seperti ikan mati sampai tidak kedengaran suaranya sama sekali.
(Editor Note: Debungging = mencari dan mengumpulkan bug di project)

Ketika aku kembali setelah mengambil segelas kopi, monitor komputer sudah menunjukan output material yang diperlukan untuk debugging.

Walau begitu, tanpa mengerjakan 'dokumentasi source code' nya, tidak akan membuatku bersemangat.
(Editor Note: karna tanpa dokumentasi source code, ia akan kewalahan mencari letak posisi spesifik line code dari fiturnya di antara ribuan fitur yang ia pasang dalam programnya, untuk pengertian dokumentasi source code itu sendiri, bisa di googling saja xD)

Ini sudah tidak bisa aku otak atik lagi, jangankan ini, bahkan jika seorang junior yang sedang magang komplain, seperti mau mati aku tidak bisa menyalahkannya. Diantara keempat programmer yang ada, saat sang junior memasuki perusahaan setengah tahun lalu, hanya aku yang tersisa, aku bahkan tidak tahu berapa banyak jumlah sebenarnya programmer di seluruh penjuru perusahaan ini.

"Sa… Suzuki-san, klien baru saja memanggil dan menyatakan kalau tingkat kesulitan dari [WW] terlalu sulit untuk para pemula, apa yang harus kita lakukan?"

Kau hampir menyebutku Satou tadi, dasar sialan. Kita sudah satu tim sejak setengah tahun lalu, jadi jangan salah sebut namaku!

Direktur yang buncit dan planner lah yang membawa kepala orang itu beserta wajah frustasinya kesini. Ditambah lagi, meskipun hal yang merepotkan baru saja terjadi, itu si developer malah terlihat senang. Kenapa banyak masokis banget di kalangan developer?

[WW] adalah sebuah singkatan dari [War World] sebuah game browser smartphone dan PC. Sebuah game strategi biasa dengan sedikit penerapan aspek sosial di dalamnya..

"Bukankah mereka mengatakan kalau target utama pasar tidak mau memainkannya kalau kita menurunkan tingkat kesulitannya lagi?”

Benar, tingkat kesulitan game sekarang sudah ditentukan setelah sekian banyaknya meeting besar dengan para klien. Para pembuang waktu itu benar-benar tidak berguna eh. Payah maksudku...

"Bagaimana kalau kita menggunakan sistem bonus point untuk para pemula yang menunjukan seluruh musuh di peta, dan juga bom pemusnahan masal seluas satu peta yang dapat digunakan tiga kali? Dan orang yang tidak menggunakannya akan mendapatkan title langka atau sebuah hadiah, ketika mereka berhasil menyelesaikan persyaratan yang diperlukan?”

"Karena sudah tidak ada waktu lagi, mari kita kerjakan itu~. Aku mengandalkanmu untuk implementasinya Suzuki-san.”
(Editor Note: implementasi yg dimaksud itu bentuk penerapan code nya sesuai fitur yang diminta.)

Si buncit mengatakan hal itu dengan santai seperti biasanya.

"Tunggu sebentar, aku sedang melakukan debugging untuk MMORPG smartphone yang itu, untuk saat ini bilang OK saja ke klien. Tidak akan ada waktu untuk memperbaikinya, kalau nanti tidak diterima karena cara implementasinya yang gak efektif.”

"OK. Akan kuberitahu mereka di telepon~"

Tubuh raksasa dari si buncit menghilang menuju smoking area dengan telepon genggam di tangan.

Aku lanjut bekerja sambil terus bergumam dengan pelan sendiri.

Tanda “GO” di atas ruangan kantor si buncit itu menyala, dia keluar makan junk food lagi pada saat larut malam seperti ini.

Setelah membenarkan beberapa error kecil yang ditinggalkan junior-ku, aku meninggalkan sisanya kepada tim debug.

Oh iya aku ingat, apa judulnya tadi? Aku tidak bisa mengingatnya karena biasanya aku selalu memanggilnya sebagai MMO atau Roleplay. Oh iya, judulnya adalah [Freedom Fantasy World]. Mudah sekali untuk salah menyebutnya karena pada bagian akhir judulnya mirip dengan [WW], [Fantasy War World], tidak ada yang bisa memanggil namanya dengan benar. Kalau aku ingat lagi, dokumen yang diberikan kepada kami waktu itu memiliki judul [FFW]. Semenjak kami hapus kata [Fantasy] dari [WW], akhirnya jadi tidak ambigu lagi.

(Editor Note: nama sebenarnya [WW] itu [FFW])

Sementara modifikasi untuk [WW] sedang dilakukan, aku mengirim bug yang kutemukan dari FFW ke tim debug… begadang lagi kah aku hari ini, adehh.

Proses pengecekan terus berjalan sampai keesokan paginya, secara ajaib client program dari MMORPG bisa dikirim.

Tentu saja, mungkin masih ada beberapa bug, tapi sejak senjata ampuh yang disebut [update patch] dikenal pada program yang di distribusikan secara online, tidak perlu khawatir lagi. Aku bisa dengar remehan dari para pemain, ya tapi aku sudah lelah. Saat tim debug sedang bekerja, aku mengirim file 'exe' dari [WW] yang sudah ku modifikasi ke si buncit, via email antar perusahaan, lalu setelah itu aku cabut ke surga impian ku yang berada di bawah meja kerja ku, untuk tidur pertama kalinya dalam 30 jam.

Ah, akhirnya bebas juga saya. Penyiksaan hari ini sudah selesai. Sleep is justice!




Apakah kau tahu apa itu lucid dream?

Keadaan dimana dirimu menjadi sadar kalau kau sedang berada di dalam suatu mimpi.

Saat ini, aku tengah berada di alam liar.

Bentar dulu, Sepertinya cara bicaraku ini mirip sama Pol-san.
(TL Note: Siapa itu sih Pol-san? Aku juga nggak tahu.)

Yup, alam liar. Kurasa tidak apa untuk menyamakannya dengan Grand Canyon yang ada di Amerika.

Mengapa aku bisa tahu kalau ini adalah sebuah mimpi?

Pertama, karena aku ingat kalau aku tertidur di bawah mejaku. . Alasan lainnya adalah karena aku sekarang bisa melihat [Icon] untuk 4 skill yang ada disini dan [Menu] terletak di sudut atas kanan pandanganku.
(Editor Note: bahasa inggrisnya sih "because I remember sleeping under my desk. Another is because I can see [Icon] for 4 on the lower right and [Menu] written on the upper-right of my vision.", seinget kami di manga tombol 4 nya itu tempat skill..,, jadi kami asumsikan itu skill button)

Terlihat seperti interface dari [WW] yang kukerjakan sebelumnya.

Tapi! ini pertama kalinya aku bermimpi mengenai sesuatu yang aku kerjakan, saat melakukan debugging Death March. Tidak tahu kenapa alasannya aku bisa didalam alam liar ini, bukannya di ruang kerja ku...
Mungkin gara-gara ruang kerjaku ini gersang kalik ya, kayanya itu sih penyebabnya.
(TL Note: Death March itu artinya projek yang memiliki kemungkinan besar batal atau gagal namun terus ngebet dilakukan.)

Entah bagaimana caranya, menu terbuka pada saat aku menekannya dengan menggunakan jariku, Sebuah window transparan yang biasanya digunakan di film dengan setting sci-fi muncul di pengelihatanku… kalau boleh kubilang diriku ini memang memiliki imajinasi yang buruk, jadi aku tidak akan pernah bisa menjadi seorang planner atau designer.

Menu itu terbagi menjadi laman untuk [INFO], [MAP], [Unit Management], [Storage], [Exchange], dan [Log], juga [Status], [Equipment], [Magic] dan [Skill] menu-menu yang tidak ada di [WW].

Apakah tercampur dengan debugging [FFW]?
(Editor Note: maksudnya, fiturnya di FFW kok bisa ada gitu di sini, dia masih ngira ini WW xD)

Yah, kau tidak bisa mengharapkan hal yang konsisten seratus persen di mimpi sih.

Ketika aku cek Status-ku, level-ku 1, HP, MP, Strength dan semua atribut lainnya adalah 10. Ini adalah status dasar yang masih belum dirubah dengan fitur bonus points. Kalau tidak salah sih, pengecekan terakhir itu fitur character creation.

Hmm? Di sini juga ada Job Type dan parameter Reward & Punishment yang tidak ada di [FFW]? Darimana ini berasal?

Usia, 15 tahun… apakah aku ingin memiliki mentalitas seorang siswa lagi?
[Job  Type: Management], tapi aku bahkan tidak memiliki satu pun bawahan!
Meskipun begitu, [Affiliation: None], ini sudah menunjukan kalau aku ingin berganti job.

Isinya benar-benar memiliki arti tersembunyi di dalamnya… Ah, pokoknya aku ingin liburan.

Kemampuan yang mencolok seperti [Unit Creation] atau [Unit Arrangement] ini mungkin tercampur dari fitur di [WW], tapi apakah perlu kemampuan yang mencolok seperti ini tertulis di menu?

Ditambah lagi ada apa dengan kemampuan terakhir menjadi [Indestuctible]? Sungguh sebuah mimpi yang aneh.

Aku menggunakan kaus polo, celana chino, dan sepatu sneakers. Hei, bukankah ini pakaian yang kukenakan tadi. Di storage, ada dompetku, telepon genggam, dan sebuah kotak kuning agung dengan makanan penuh nutrisi yang seimbang di dalamnya, dan jumlahnya satu buah. Kalau tidak salah sih, aku meninggalkannya di atas meja dengan niat untuk memakannya tapi pada akhirnya aku dikalahkan oleh rasa lelahku duluan.
(TL Note: Yang dimaksud [Kotak Kuning Agung] itu adalah Calorie Mate.)

[Magic] dan [Skill] kosong.

Disitu ada 10 skill point tapi sayangnya tidak ada skill yang bisa aku alokasikan dengan pointnya itu.

Lalu kubuka [Setting], aku menambahkan peta dan radar ke indikator dasar.
(Editor Note: Maksudnya di set aktif secara default) Peta menunjukan area yang luas dan juga tempat dimana aku berada. Radar memiliki fungsi yang hampir sama dengan peta tapi juga dapat mencari lawan di sekitar area, dan menambahkan kode-warna ke lawan dan unit netral.
(Editor note: Kode-warna tuh maksudnya kaya misal warna merah untuk 'enemy' dan biru untuk 'ally')

Di radar aku ditandai dengan tanda titik putih kecil. Daerah di sekelilingku ditunjukan dengan warna abu-abu, hal ini menunjukan kalau itu adalah daerah yang belum pernah kudatangi.

"Umu, aku tidak melihat satupun musuh. It's free time!. Seandainya saja kalau ini adalah sebuah padang rumput maka aku bisa memuaskan diri dengan terlentang tanpa melakukan apapun.” 

Aku tidak tertarik untuk tiduran di atas tanah yang kasar.

Tanpa sengaja aku melihat icon “4” yang ada di bagian kanan bawah. [All Map Exploration] berjumlah satu buah, [Meteor Shower] berjumlah tiga buah. Ini adalah jumlah yang telah ditentukan untuk para pemula di [WW], setelah dirundingkan bersama dengan si buncit itu.

[All Map Exploration] seperti namanya, berfungsi mencari seluruh daerah yang berada di jangkauan ku. Juga memungkinkan bagi kita untuk mengetahui informasi yang detil, termasuk segala kelemahan dari semua unit yang ada dalam jangkauan. Menurutku pemberitahuan informasi sampai sejauh itu, terlalu jauh menurutku, bahkan tidak ada penjelasan lebih detail tentang cara memanfaatkan semua informasi itu, tapi si buncit itu tetap memaksa untuk dimasukkan juga fitur ini.

Aku lalu mencoba menekannya seperti di smartphone.

Radar itu segera mencari musuh yang ada dan tanda titik merah yang tak terhitung pun langsung muncul. Aku menekan tombol kaca pembesar lalu meluaskan area yang bisa ditunjukan oleh radar.
Jumlah titik merah mengisi lebih dari setengah peta... tidakkah jumlah musuh ini terlalu banyak?

Aku memilih untuk melawan mereka dengan menggunakan pasukkan ku menggunakan kemampuan [Unit]. Aku jadi semakin semangat setelah mengeluarkan pasukan yang berjumlah kecil untuk mengalahkan yang lebih besar!




...Ada saat dimana aku berfikir seperti itu

[Unit Creation]... Kemungkinan untuk membuat sebuah unit, TIDAK ADA.
[Unit Arrangement]... Tidak bisa mengatur sebuah unit yang, TIDAK ADA..

"Menyerang dengan menggunakan karakter ber-level 1, hahaha! "
Mimpi dah. Bahkan tidak masuk akal, gak mungkin banget dah itu.

Aku melirik ke arah icon [Meteor Shower] di sebelah kanan bawah.

[Meteor Shower], sang penghancur yang agung.

[Meteor Shower] diset memiliki parameter yang beresiko tinggi; semua dapat dihancurkan olehnya, (kecuali 'Hidden Boss' yang terakhir di 'campaign scenarion'), dengan satu kali serangan saja.

Lalu munculah suatu dialog penjelasan untuk para pemula yang tertulis
“Hancurkanlah lokasi yang tidak bisa kau selesaikan dengan ini”.

Akankah anda bersedia menekannya?
>Yes
YES
Heil Braiking!

Yang terakhir ini terasa sedikit berbeda.
Mungkin efek dari begadang masih ada, aku menekan icon tersebut tanpa memikirkan hal semacam itu.

...Ketenangan ini begitu menyakitkan.
Aku mengharapkan sesuatu yang hebat tetapi bukankah tidak ada hal yang terjadi?

Aku merasa sedih untuk beberapa saat, lalu aku memilih untuk merebahkan diri. Punggungku terasa sangat sakit karena terlentang di atas tanah yang keras dan kasar. Lalu aku mengarahkan wajahku ke langit, tiba-tiba sesuatu muncul dalam pandanganku...



Terima kasih sudah menunggu.

Mari kita kembali ke adegan awal.

Nama asliku, Suzuki Ichiro. Nama karakter, Satou. Maka dengan ini dimulai lah Kehidupan Satou di dunia lain.

loading...