Thursday, 15 September 2016

Daraku no Ou Chapter 1 Part 2 Bahasa Indonesia


Translator: Ernesta Yuki
Editor: Kirz
Proofreader: Ise-kun


 The Lazy King Chapter 1 : Acedia [Kemalasan]

Part 2 : Aku cinta Damai

Biarkan aku sedikit jujur disini. Disaat pertama aku tahu kalau aku telah bereinkarnasi ke dunia lain, yang kupikirkan pertama kali adalah rasa sakit. Itu saja.
Tapi sekarang, Aku pikir daripada menjadi orang kantoran di Bumi, kehidupanku sekarang jauh lebih mudah.

Ini semua pasti karena aku sudah menjadi anak yang baik. Ya. Pasti itu.
Jika memang bukan karena itu, aku pasti akan terpaksa bekerja untuk beberapa dekade mendatang. Sama seperti para buruh yang ada di semua tempat. Yahh, bisa jadi yang kutemui hanya rasa sakit, dan mungkin saja aku akan bunuh diri.

Sebagai perbandingan, kehidupan di dunia lain ini sangat mudah.
Memberikan penjelasan lengkap tentang alasanku itu sungguh merepotkan, jadi aku skip saja, tapi dari saat aku lahir ke dunia ini, Aku tidak pernah bekerja di kehidupan keduaku ini. Meskipun begitu, setidaknya aku mendapatkan gaya hidup yang nyaman.
Ini kemalasan tanpa akhir. Tidak ada yang senikmat ini. Setidaknya, untuk seseorang yang menjunjung tinggi derajat orang miskin, Aku puas dengan hidup ini.

"Pengganguran!? Nggak punya pengalaman kerja!? Gimana bisa kau menjadi salah satu kaki tangan Sang Raja Demon Yang Agung, seorang Demon Lord yang malas!? Kau cuma nggak mau kerja, kan!"

Saat ini, satu-satunya masalah yang ku punya adalah wanita yang diutus oleh Raja Demon Yang Agung. Aku tidak tau namanya. Dia cukup cantik. Dan dia berteriak padaku. Jika kau mencari tau tentang karakteristiknya, Aku pikir seperti itulah. Kedudukannya hanya sedikit lebih tinggi dibanding orang biasanya.
Untuk ku, Teriakkannya itu cukup menggangu. Untuk orang yang setenang aku, kami benar-benar tidak cocok kalau bersama.
Aku berani bertaruh Raja Demon Yang Agung mencoba untuk mengirim orang yang benar-benar bisa menggangguku lebih dari siapapun sebagai bentuk penghinaan darinya.

"...Dan apa lagi 'sih?"

Disaat kau membandingkan 'hal lain yang bereinkarnasi' ke dunia ini, denganku yang lahir sebagai Iblis kotor-murahan, kupikir satu-satunya hal yang luar biasa tentang dunia ini adalah sangat mudah untuk tinggal disini.

Nilai dari kehidupan manusia itu hanya sedikit lebih tinggi dari kehidupan seekor berudu(anak katak), tapi jika kau berusaha dengan usaha yang minimal, kau bisa menikmati hidup yang tenang. Bahkan bila kau tidak mencoba, hal itu mungkin untuk dilakukan. Aku merasa seperti orang-orang bodoh yang bekerja di Jepang. Aku hanya bisa mengatakan ini dibelakang, padahal aku berharap aku bisa bereinkarnasi lebih awal.

(Editor Note: kehidupan manusia itu sedikit lebih tinggi dari seekor berudu itu maksudnya Nilai dari kehidupan manusia itu cukup rendah, jadi tidak perlu susah2 bekerja gitu untuk berusaha hidup, kwkkw sorry ane gk ada ngajarin sesat ya xD)

"Itu Pahlawan, seorang Pahlawan! Seorang Pahlawan menyerang! Lihat, Sekarang waktunya bagimu untuk bangkit! Tolong segera turun dari tempat tidur!"

"...Aku cinta damai"

Aku tidak mengerti mengapa dia begitu bersemangat.
Dia mengangkat kedua tangannya di atas kepalanya, dan membuat permintaan kepadaku saat dia menatapku dengan mata dingin. Ganti, ganti, Ku mohon berikan aku satu yang lebih layak dari ini.

(TL Note : Kata ganti disitu maksudnya si MC minta diganti dengan yang lain itu cewe)

(Editor Note: Dan kata-kata itu biasanya sering dipake di club-club malem xD)

Aku benar-benar akan sangat menghargai kalau dia mau berhenti membangunkanku setiap kali aku tertidur dengan damai. Dia terus membangunkanku pada waktu yang tidak teratur, jadi aku selalu kekurangan tidur.

Tidak masalah jika dia memiliki motivasi, tapi aku ingin dia memikirkan perasaan orang-orang yang tidak memilikinya. Ketika hatimu penuh dengan semangat yang tidak ada gunanya, kau akan berakhir dengan membuang-buang waktu dan lembur yang sia-sia. Ah, Aku teringat dengan atasan yang bekerja di divisi ku. Meskipun aku lupa namanya sih.

"Cinta damai!? Sang Demon Lord cinta damai!? Apa akhirnya seekor belatung sudah merusak otak busuk mu!?" Ini adalah perintah langsung! Perintah langsung dari Sang Raja Demon Yang Agung!! Apa kau mengerti apa maksudnya itu? Sang Raja Demon Yang Agung secara pribadi telah mengirimu, dan itu seharusnya menjadi suatu kehormatan bagimu..."

Aku mengerti. Kehormatan.
Aku hanya tidak bisa mengalahkan rasa kantuk ini.

"...Ganti, ganti. Bawa kembali petugas malasku yang sebelumnya."

"Eh? Ganti?"

"Ya. Ganti. Kamu berisik. Aku membencinya."

"Apaaaaaaa!?"

Wanita itu membuka matanya lebar-lebar dengan gerakannya yang lebay. Saat ini sepertinya aku bisa melihat pembuluh darahnya yang muncul dari dahinya.

Wanita didepanku adalah Iblis.
Aku salah satunya, dan tentu juga Sang Raja Demon Yang Agung.
Tapi jika kau meng-kategorikan mereka dalam satu nama, akan ada banyak jenisnya, dan kami dibagi dalam beberapa Atribut.
Itu Artinya, Ah Aku lupa spesifiknya, tapi maksudku...  itu...Kau tau, hal yang biasa disebut dalam tiap agama di bumi atau legenda, atau manga atau semacamnya. Mungkin kau pernah mendengar tentang hal yang seperti itu.
Um...iya, sesuatu seperti 'Murka'(Wrath), atau 'Kebusukan'(Decay) atau sesuatu yang seperti itu...sesuatu yang berhubungan dengan tujuh atau delapan hal. Yang kedengarannya sangat agung dan kuat.
(TL Note : Mungkin maksudnya adalah "seven deadly sins" atau tujuh dosa besar)

"Pendahuluku pensiun! Dia mengatakan sesuatu tentang [Sloth](Kemalasan) akan sangat menyedihkan untuk dilihat! Apa kau mengerti apa artinya ini!? Melihatmu Sang Demon Lord, dia langsung menyesali cara dia bersikap kepadamu! Hei!"

"Gitu ya."

"Gitu ya!? Tanggapanmu cuma 'gitu ya'!? Dua kata? Cuma dua kata!? Ah, si kampret. Apa-apaan orang ini?!"

Itu adalah topik yang Aku tidak tertarik untuk mendengarnya.
Pertama, aku tidak benar-benar ingat dengan wajah orang yang pernah berpapasan denganku sebelumnya. Semua yang ku ingat adalah kalau saat itu jauh lebih tenang daripada sekarang.

Aku adalah Iblis. Atribut ku adalah Kemalasan [Sloth].
Kebejatan [Depravity] dan kepasrahan [resignation], Melarikan diri [Escape] dan Kebusukan [Decay], Penangguhan [Suspension] dan stagnasi [stagnation], kelembapan [inertia] dan Kesedihan [Dejection]. Takhta Sang Demon Lord lebih dari semua itu. Dari balik selimutku, aku mengintip kearah utusan Sang Raja Demon Agung ini.

"Dan kau pikir itu cukup...untuk membuat seseorang sepertiku bergerak?"

"Khu...Nih orang..."

Aku tidak bermaksud menyombongkan diri, tapi aku seorang pria yang bisa tidur selama yang aku inginkan. Ini bukan hanya karena aku Iblis. Ini sama seperti saat sebelum Aku bereinkarnasi juga.
Dalam menjalani hidup, Aku tidak mau mengambil pekerjaan, bahkan pada hari libur, aku tidur sepanjang hari.
Karena itu, aku tidak memiliki ingatan tentang kapan, dimana, dan bagaimana aku mati.

(TL Note : Sumpah dah! Lu MC termales yang gua tau -_-)

Aku kira itu membuatku lebih beruntung dari semua reinkarnasi yang karena ditabrak truk atau disayat oleh beberapa pembacok.

Yah, untuk hal semacam itu, Aku benar-benar tidak peduli.

Wanita yang berteriak ini masih saja mencoba memerintah.
Bahkan menjadi Demon Lord rasanya sama seperti menjadi menjadi Feudal Lord, jadi menurutku ini tidak mudah.

(Editor Note: Feudal Lord = Pemimpin yang menguasai wilayah seperti bangsawan, sedangkan Demon Lord menguasai para demon)

"Pergi laporkan apa yang aku katakan ke Kanon."

Dengan satu kalimat itu, wanita itu terdiam.
Setelah apa yang terjadi selama ini, kukira dia masih termasuk seseorang yang profesional, dan dia secara pribadi diutus oleh Sang Raja Demon Yang Agung. Dia seharusnya orang yang terampil.
Setelah mengatakan apa yang aku inginkan, aku akhirnya memutuskan untuk kembali ke dunia mimpi lagi, dan lagi, wanita itu mencoba untuk menarik selimut ku.

"Tunggu...Tunggu bentar, kampret!! Kau belum mengatakan apa-apa, kenapa kau malah tidur lagi 'sih!?"

"...Coba tebak aja."

Kalau aku serius, tidak mungkin Demon dengan level setingkat ini mampu mengganggu jalan tidur ku.
Aku merasa kasur, tangan dan rambut ku ditarik, karena aku membiarkan pikiranku jatuh ke dalam jurang. Aku terjatuh ke kedalaman yang gelap dan damai.

loading...