Thursday, 8 September 2016

Daraku no Ou Chapter 1 Part 1 Bahasa Indonesia


Translator: Ernesta Yuki
Editor: Kazuya Akagi
Proofreader: Ise-kun

The Lazy King Chapter 1 : Acedia [Kemalasan]

Part 1 : Ah, ini merepotkan.

Ah, ini merepotkan.

Maaf untuk pertanyaan yang tiba-tiba, tapi apakah kau tahu tentang konsep reinkarnasi ke dunia lain?
Aku belum pernah mendengar nya sampai aku berinkarnasi, dan aku tidak berpikir itu umum di duniaku dulu, tetapi maknanya sama seperti yang terdengar : bereinkarnasi ke dunia lain. Dalam beberapa kasus, orang yang mengalaminya biasanya dapat mempertahankan ingatan masa lalunya, dan mendapat kekuatan khusus atau semacamnya.

Aku benar-benar tidak mengerti, tapi kau seperti memulai permainan baru dengan kekuatan baru.
Dan rasanya aku juga bukan seseorang yang kuat sejak awal di dunia sebelumnya. Ahaha.

Sebagai contoh, di planet bernama Bumi, di negara yang disebut Jepang, di sebuah tempat bernama Tokyo, Aku terlahir. Yah, aku ragu kalau kau akan benar-benar tertarik untuk mendengarnya, jadi aku akan lewatkan bagian itu. Ngomong-ngomong, dunia ini memiliki beberapa orang seperti itu yang tersebar dimana-mana, dan beberapa dari mereka memegang beberapa jabatan penting.

Seperti pahlawan, petualang, orang suci, penemu, bangsawan, atau sesuatu seperti itu. Tampaknya orang-orang sering mengikuti pola itu.

Aku penasaran bagaimana mereka bisa melakukan pekerjaan yang menyebalkan semacam itu. Mereka hanya seperti batu-batuan yang ada di sisi jalan, dan aku nggak begitu peduli dengannya, tapi aku tidak bisa melakukan hal lain selain terkesan dengan motivasi mereka.

Jika kalian bertanya mengapa aku mengatakan hal-hal ini...

...

...Apa? Kenapa aku harus membuang-buang energi menggerakan mulutku untuk mengatakan hal yang sia-sia?

"...The Great Demon King telah memberimu perintah secara langsung. Jadi tolong bangun dan tulis laporan yang benar!"

Berisik.

Tanpa bisa melarikan diri dari suara yang menyebalkan, aku hanya dapat membenamkan siku milikku semakin dalam ke kasur lalu berbalik.

Omelan yang datang ke telingaku berasal dari seorang wanita dengan pakaian yang dibuat dengan warna hitam sebagai warna dasar.
Sikapnya dingin seperti boneka. Tidak bisa dipungkiri kalau dia cukup cantik.
Amat disayangkan sekali.

Aku menaruh siku di bantal untuk menopang diri, dan menatap perempuan yang merajut alisnya kepada diriku-The Great Demon King, King of Destruction, [Kanon] seorang anggota ksatria brigade atau sesuatu semacam itu, seingatku.
(Note: "the Great Demon King, King of Destruction, 『Kanon』’s something something knight brigade’s member, I think."? gagal paham dah saya sama englishnya)

"Dan... apa tadi itu? Bisa diulangi?"

"Lapor! Aku yang seharusnya marah di sini, kan!? Meski kami dikirim pada saat yang sama ke semua Demon Lord, kenapa cuma aku satu-satunya yang nggak bisa kembali..."

"Ah, kau sepertinya memiliki nasib yang kurang bagus..."

"Tolong Berhenti main-main! Tulis. Laporan. Milikmu. Itu!"

Aku tidak mengerti apa yang dia sedang coba katakan di sini.
Kenapa aku harus melakukan sesuatu semacam itu?
Ah, tanganku lelah capek. Sekali lagi aku merebahkan diri di atas bantal. Aku sudah mengeluarkan energi ku secara cuma-cuma pada sesuatu yang tidak berguna.

Dia mengguncangkan bahuku dengan keras. Suaranya yang memekik benar-benar mengganggu. Aku mengangkat kepalaku saja dan menatap ke wanita yang seharusnya dikirim oleh The Great Demon Lord.
Ya ampun, kalau kamu memiliki waktu untuk melakukan hal ini, lakukanlah pekerjaanmu. Pekerjaanmu.

"Oi, kau, cepet tulis laporanmu napa!"

"Ap...Apa!? K-kenapa aku harus... dan juga, apa yang harus kutulis?"

"Aku akan menyerahkan hal itu kepadamu. Aku sibuk."

Aku meraih selimut, tapi wanita itu langsung meraih tanganku saat aku menggeliat ke dalamnya.
Sialan, ini merepotkan. Setelah aku mengatakan hal sebanyak ini, dia masih menggangguku?
Aku capek. Aku ngantuk. Aku benar-benar nggak peduli.
Dan tunggu, laporan apalagi yang dimaksud oleh wanita ini ya?

"Pertama, bukannya kau yang bilang 'ya, Demon Lord!? Menulis itu merepotkan jadi bagaimana kalau kau yang ngomong dan aku yang akan menulis semuanya!?"

"...Ngomong juga terasa melelahkan, jadi tulis saja apapun yang kamu inginkan."

Aku melemparkan kotak persegi ke atas yang lalu terjatuh dari kasur.
Itu segel resmiku. Tampaknya aku harus memberi cap pada laporan. Sangat merepotkan untuk bangun dan mencarinya, jadi, Aku terus menyimpannya di dalam selimut.
Terlepas dari apakah dia menulis apa yang kukatakan, atau melaporkan apapun yang dia mau, aku bisa melihat kalau isinya hanyalah sesuatu yang fiksi, jadi tidak percuma saja.

Wanita itu bergerak panik untuk menangkapnya, sebelum menatapku dengan pandangan kosong.

"...kalau begitu, sampai jumpa lagi."

"Apa!? Tung.... tidur lagi, cepat.... bangun!"

Saat ini, Aku hanya mengabaikan suara teriakannya, dan menarik selimut ke atas kepalaku. Beberapa detik kemudian, Kesadaranku melayang jauh, dan suara yang menyebalkan menjadi seperti suatu kebisingan di kejauhan. Pikiranku pergi dari tubuhku.

Um, Aku pikir ada seusatu yang harus ku katakan. Apa itu tadi?

Ah...Namaku.

Namaku adalah... Leigie Slaughterdolls. Aku lupa siapa namaku disaat aku masih di Jepang dulu. Pada suatu hari, di Bumi, Jepang, aku hanyalah pegawai kantoran yang mendedikasikan waktunya untuk sebuah perusahaan, dan sekarang, Aku hanyalah seorang, Demon Lord biasa dalam pelayanan untuk semacam atau lebih tepatnya seorang Great Demon King.

loading...