Tuesday, 30 August 2016

Ubau Mono Ubawareru Mono Chapter 4 Bahasa Indonesia

Bener2 kelam ya chapter kali ini :3

Btw, beberapa kata mungkin tidak akan saya terjemahkan karna lebih keren englishnya :v klo jadi indo ntah knapa jadi aneh

Chapter 4: MP Meningkat!

Semenjak aku memulai melatih skill yang dapat memanipulasi Mana untuk memperkuat tubuh, Aku pun mendapat skill baru bernama 【Body Enhancement】 di kolom Active Skill. Dengan skill tersebut, quest mengumpulkan tanaman herbal dapat ku selesaikan dengan lebih cepat.
_ _ _


_ _ _

Ketika pertama kali menggunakan【Body Enhancement】, skill tersebut hanya bertahan selama lima menit dan durasinya menjadi lebih lama tiap hari bersamaan dengan peningkatan MP ku. Meningkatnya MP juga memiliki suatu keterkaitan dengan meningkatnya status Magic ku.

Cara menggunakan 【Body Enhancement】 yaitu melalui sirkulasi Mana dalam tubuh mu. Seakan-akan energi dalam membuat lapisan Mana di sekujur tubuh mu. Sembari mempertahankan efeknya, aku memulai rutinitas mengumpulkan tanaman herbal. Biasanya aku melakukannya sampai sore hari. Tapi sekarang bisa selesai siang hari. Berkat hal tersebut, aku jadi memiliki waktu untuk melakukan latihan otot. Ketika menggunakan 【Body Enhancement】, aku sama sekali tidak merasakan adanya ketegangan otot, jadi aku bisa latihan sembari mengumpulkan tanaman herbal.

Aku melapor questnya ke paman gendut, "Kau harusnya bisa dapet 2x lipat dari ini! Hemph!" - Mungkin perlakuannya padaku mulai berubah, karena sekarang aku dapet 6 copper moon coin.

Ketika aku keluar ruang Guild, aku melihat si Botak. Aku harus segera pergi sebelum dia melakukan sesuatu kepadaku. Aku juga bertemu dengan beberapa penduduk selama perjalanan, tapi perlakuan mereka kepadaku tidak jauh lebih baik dari si Botak.

"Rambut dan mata hitam, kayak dirasuki demon aja."

"Pergi sana dari desa kami!!"

Hal ini bukanlah sesuatu yang baru. Mereka bahkan melempari batu kepadaku. Aku hanya bisa menghindarinya beberapa dan sisanya mengenai ku. Hal seperti ini masih bisa aku tahan... rasa sakit ini...

Kemudian aku melihat seorang gadis. Dia satu-satunya yang tidak melempari batu ke arah ku dan tidak melihat ku dengan mata yang sama dengan para penduduk. Umurnya kisaran 15 sampai 17 tahun. Dia mengenakan celana kulit dan armor. Senjatanya pisau belati yang bersemayan di pinggangnya. Dia adventurer terakhir di desa ini. Desa ini memiliki total lima adventurer. Si Botak bersama tiga orang lainnya di party nya, dan dia (cewek) yang terakhir.

Ketika aku pulang, nenek Stella sedang menjahit.

"Selamat datang, Yu."

"Aku pulang."

"Apa kamu mengalami masalah tadi?"

"Ah nggak, sama sekali nggak ada masalah kok, nek."

Ketika dia pertama kali melihat ku pulang penuh luka, dia menangis semalaman penuh. Syukurlah kami tinggal cukup jauh dari desa, kalau tidak, para penduduk mungkin akan menyakiti dia juga. Aku sangat bersyukur dia mau merawat ku dan mengajari ku banyak hal. Beberapa hari yang lalu dia mengajari ku bagaimana cara membuat buah kering. Menceritakan ku kisah-kisah heroic dari sejarah. Hari ini, dia mengajari ku cara menjahit. Mungkin hal yang aku pelajari ini akan berguna suatu saat nanti. Aku tau dia mengajari ku dengan tulus tanpa ada maksud tertentu.

.......
Beberapa hari yang lalu, setelah selesai mengumpulkan tanaman herbal dan melaporkannya. si Botak sedang berdiri di pintu masuk. Perasaan ku jadi nggak enak, jadi aku mencoba untuk menyelip.

"Ugh.."

Aku merasakan syok datang dari perut ku. Aku terjatuh ke lantai dan si Botak berdiri di hadapan ku. Melihat ku dengan senyum busuk nya seperti biasa.

loading...