Saturday, 27 August 2016

Lazy Dungeon Master Chapter 1 Bahasa Indonesia


LDM Chapter 01: Aku Nggak Mau Kerja...!

 Ketika aku terpanggil ke dunia lain, ketika Kami-sama mendengar satu-satunya persyaratan dariku, ia menjawabku, Masuda Keima.

"... Ummm, apa mau mu?" (Kami-sama)
"Sebuah kehidupan dimana aku tidak perlu melakukan apa pun kayaknya bagus..." (Keima)
"...Meskipun kau bereinkarnasi jadi pohon?" (Kami-sama)
"Ah~ boleh juga tuh~" (Keima)

Kami-sama pun menghela nafas dengan wajah keheranan.

"Kenapa... kenapa aku harus mendengarkan persyaratan mu... Bisakah kau

mendengarkan ku dulu?"
"Eh? Apa yang mau anda katakan?" (Keima)

Meskipun menurut ku ceritanya mengenai sirkulasi mana dan sesuatu tentang monster, aku nggak begitu mendengarkan.

"Di dunia mu sebelumnya, pernahkah kau meneliti sesuatu semacam golem? Dengan itu, bukankah itu bisa mengisi mu dengan motivasi...?" (Kami-sama)
"Eh? Hahaha, ntah lah. Meskipun ada beberapa murid yang semacam itu saat ini!" (Keima)

(TL Note: Asli ane ga ngerti 2 kalimat di atas maksudnya apaan :v)

Menciptakan robot maid agar hidup ku penuh dengan kenyamanan, itu lah mimpi ku.
Walaupun begitu, kalau aku ngasih tau Kami-sama, dia pasti akan mengira kalau aku orang tidak berguna dalam hubungan masyarakat.

"Baiklah, tidak ada waktu lagi... meskipun saat ini spesial, akan ku tanyakan saja pada orang berikutnya." (Kami-sama)
"Eeeh~..." (Keima)
"Well, aku hanya akan membuat mu mengerti bahasa di dunia sana. Oh, pastikan untuk lakukan yang terbaik karena kau memiliki berkat dariku" (Kami-sama)
"Tapi aku nggak mau ngapa-ngapain..." (Keima)
"Meskipun ada yang namanya sihir di dunia tempat kau akan direinkarnasikan, aku tidak percaya adanya peradaban dimana kau tidak perlu bekerja. Selain itu, kalau kau dipanggil dengan maksud untuk melakukan sesuatu, mungkin itu akan menjadi apa yang kau inginkan." (Kami-sama)
"Aku mau kembali ke dalam..." (Keima)
"well, lakukan yang terbaik." (Kami-sama)

Penglihatan ku tiba-tiba saja dikelilingi oleh sinar terang.
Seperti itulah, aku dipanggil ke dunia lain.

*

"Y-yosh! Summon berhasil! ... Eh, bentar, ma-manusia!? Kenapa!?" (Loli)

Meskipun aku tidak tau apa hukum dasarnya, aku tiba di sebuah ruangan dengan tembok putih yang sedikit bersinar.
Di depan ku, ada sesuatu yang dinamakan loli mengenakan dress putih, gadis imut impian para lolicon.
Walaupun begitu, aku lebih memilih yang lebih mature, sorry.
...Untuk fetish kaki ku, dia yang mengenakan kaus kaki selutut boleh juga.

"Kenapa... makhluk lemah kayak gini ngabisin semua DP..." (Loli)
"...Aku boleh tidur?" (Keima)
"Eh—” (Loli)
"Ngantuknya... Oh, apa ada kasur disini?" (Keima)
"Ap-apaaaaaaaaaaaaaaaa!?" (Loli)

Nih loli satu, meskipun aku udah bilang ngantuk, mulutnya ga bisa diem amat... Berisik.

"Ugugu, apa, nih monster mainan bisa ngomong tapi ga mau ngedengerin?!... Oh, manusia ya. Itulah kenapa dia ngomong?" (Loli)
"Oi, apa yang... pusing tau, bisa diem gak?!" (Keima)
"Ah, ba-baiklah... Bentar, enak aja! Aku ini summoner tau, kau harus nurut dan dengerin apa yang mau aku omongin." (Loli)
"Gadis kecil... mana papah dan mamah nya? Mereka pasti nyariin tuh." (Keima)
"Enak aja nyebut aku gadis kecil! K-kau itu monster yang di summon oleh inti dungeon! Aku akan memperkerjakan mu sampai kau mati!" (Loli)

Inti dungeon... monster... ok, aku nggak ngerti. Aku di summon, tapi aku bukan hero?

"Hei, cepat pergi dan habisi bandit-bandit itu! Karena aku udah ngabisin 1000 DP, bukankah seharusnya kau ini sangat kuat!?" (Loli)

Dia pun mulai ngomongin hal-hal yang berbahaya, oi.



"Jadi begitu, baiklah, aku akan mendengarkan mu sebentar. Apa itu inti dungeon, juga DP? Untuk masalah summon-mensummon... Aku bisa mengerti." (Keima)
"Oh, apa, mungkin kau lumayan pinter juga ya karna bisa ngomong? Aku seorang mage atau... yah, terserah lah. Ini dungeon ku." (Loli)
(TL Note: Mage=ahli sihir... karna indonya aneh, jadi saya biarkan jadi "Mage" aja, atau mungkin ada yg lebih baik?)
"Loli yang seorang dungeon master...?" (Keima)
"Aaah, jadi kau tau tentang dungeon master? Tapi tidak ada dungeon master di dalam dungeon ku ini. Ah, apa enaknya aku menyebut diriku ini sebagai dungeon master aja ya?" (Loli)

Tentu saja aku nggak tau yang namanya dungeon master itu, tapi aku membayangkan kalau dungeon master itu sesuatu kayak yang ada di game-game fantasy.
Tapi, inti dungeon... dengan kata lain, jantung dari dungeon. Ini loli...?

"Juga, meskipun kau bilang manusia itu makhluk lemah, bukankah kau juga manusia?" (Keima)
"Enak aja, meskipun penampilan ku seperti manusia... bentar, apa maksud mu tadi dengan sebutan 'kau'!? Panggil aku 'master'!" (Loli)
"Ah, kalau dipikir-pikir aku belum mendengar nama mu." (Keima)
"Aku? Nama ku Dungeon Core No. 695." (Loli)

Nomor? ... Well, kalau ada 695 berarti ada juga 694 dan sebagainya kan? Kalau begitu menamainya akan jadi lebih singkat.

"Baiklah, Rokuko." (Keima)
"Huh? Apa tadi?" (Rokuko)
"Well, karena susah nyebut Dungeon Core No. bla bla bla, aku namai aja Rokuko. Nama panjang mu adalah Dungeon Core Rokuko. Ah, aku Masuda Keima."

Aku merubah Dungeon Core No. 695 jadi Rokuko, apa yang nih loli katakan ketika menatap ku ini?

"Huh? Mahsewtah Kehma?... Nama samaran? Alias? Juga, apa maksud mu tadi i–" (Rokuko)

[Nama diterima, Master mengakuinya]
"Eh?" (Rokuko)

Meskipun aku tidak mengerti apa yang barusan terjadi, tapi begitulah bagaimana aku menjadi dungeon master.


loading...